Beradu Gagasan di Panggung Provinsi, Santriwati PPDU Putri Tampil di Debat MQK Jawa Timur 2025
Surabaya, 14 Agustus 2025 – Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Provinsi Jawa Timur 2025 kembali digelar dengan meriah pada Kamis (14/8) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, berargumentasi, dan menguasai literatur keislaman melalui berbagai cabang lomba, termasuk Debat Bahasa Arab dan Debat Bahasa Inggris.
Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah (PPDU) Putri turut mengirimkan delegasi terbaiknya untuk berpartisipasi dalam dua cabang tersebut.
Delegasi Lomba Debat Bahasa Arab:
- Nurul Aini (Kelas 6 Kufa)
- Safira Naziha (Kelas 6 Kufa)
- Alya Fadhilatuz (Kelas 6 Kufa)
Delegasi Lomba Debat Bahasa Inggris:
- Aulia Andhiny (Kelas 6 Beirut)
- Diandra Fairuz (Kelas 6B Beirut)
- Shalihah Al Hanun (Kelas 6 Kufa)
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan registrasi peserta dari berbagai pesantren se-Jawa Timur. Setelah acara pembukaan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh pesantren dan pejabat daerah, peserta langsung diarahkan ke ruang lomba masing-masing cabang. Suasana berlangsung serius namun tetap hangat, dengan setiap tim berusaha menampilkan argumen terbaik, bahasa yang fasih, dan strategi debat yang matang.
Selama pelaksanaan, lomba berlangsung lancar dan kondusif. Di sela kegiatan, delegasi PPDU Putri mendapat kesempatan khusus untuk bertemu langsung dengan Bapak Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pontren) Kota Malang- Bapak Sukirman, S.Ag., M.Pd. dan juga Bapak Kepala Bidang (Kabid) Pondok Pesantren Kanwil Jawa Timur- Bapak Imam Turmidi, S.Ag, MHI . Dalam pertemuan singkat tersebut, beliau memberikan apresiasi dan motivasi kepada para santriwati agar terus mengembangkan potensi dan membawa nama baik pesantren.
Keikutsertaan ini bukan semata soal kemenangan, tetapi juga tentang membentuk mental tangguh, wawasan luas, dan kemampuan menyampaikan gagasan dengan bijak. Dengan bekal pengalaman berharga ini, diharapkan para santriwati dapat terus mengasah kemampuan, menjadi teladan bagi rekan-rekannya, dan membawa harum nama pesantren di kancah yang lebih luas.