Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri

Dauroh Metode Al-Miftah Sidogiri di PPDU Putri 1 Resmi Berakhir, Peserta Raih Bekal Mengajar Nahwu

PPDU Putri 1, 11–14 Agustus 2025 — Empat hari perjalanan Dauroh Asatidz dan Ustadzat Metode Al-Miftah Sidogiri di Wisma Al-Qur’an PPDU Putri 1 telah resmi berakhir. Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi para ustadz dan ustadzah untuk memperdalam ilmu nahwu sekaligus mempelajari metode pengajarannya, lengkap dengan ciri khas lantunan nadzam yang memudahkan hafalan dan pemahaman.

Suasana penuh antusiasme terlihat sejak hari pertama, di mana Ustadz Mu’taṣim Billah Al-Ishomy membuka pembelajaran dengan Jilid 1 Metode Al-Miftah Sidogiri. Materi dasar kaidah nahwu disampaikan secara runtut dan interaktif, memberi pondasi kokoh bagi peserta.

Hari kedua, pembahasan naik ke Jilid 2 yang mengulas isim nakiroh, isim ma‘rifat, hingga shighah mubalaghoh. Meski hujan mengguyur kawasan pondok, semangat peserta tak surut. Aula Wisma Al-Qur’an dipenuhi suara peserta yang kompak melantunkan nadzam, mengulang-ulang kaidah dengan penuh semangat.

Hari ketiga menjadi jembatan menuju materi puncak, dengan pengenalan fi‘il beserta macam-macamnya, serta pengenalan beberapa kaidah isim tambahan. Sesi ini memperkuat pemahaman peserta sekaligus mempersiapkan mereka untuk memahami penerapan kaidah yang lebih kompleks.

Puncaknya tiba pada hari keempat. Ustadz Muhammad Badrus Zaman, Ketua MIFDA Malang, memimpin sesi materi akhir yang membahas penggunaan kaidah nahwu secara aplikatif, di antaranya mubtada’–khabar, amil nawasikh, dan beberapa kaidah penting lainnya. Tidak berhenti di teori, peserta langsung mempraktikkan ilmunya dengan membuka matan Fathul Qarib, mengupas tiga fashal awal untuk melihat langsung bagaimana kaidah yang dipelajari bekerja dalam teks kitab.

Menjelang penutupan, acara dilengkapi dengan penjelasan silabus pembelajaran Metode Al-Miftah Sidogiri, disertai sesi tanya jawab yang berlangsung hangat. Pertanyaan-pertanyaan seputar teknik mengajar, tingkat kesulitan santri, hingga tips menghafal nadzam dijawab tuntas oleh para pemateri.

Dengan berakhirnya dauroh ini, para peserta tidak hanya menguasai teori nahwu, tetapi juga membawa pulang keterampilan praktis untuk mengajarkannya kepada santri. Empat hari yang padat ilmu ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan mengajar tetap menyala, meski cuaca, waktu, dan tenaga telah diuji.

Leave a Reply