Ketaatan: Modal Keselamatan dan Jalan Menuju Cinta Allah
Pemateri: Ustadzah Afifah Nuraniyah, Lc., M.Pd
Kitab: Bidayatul Hidayah
Penulis: Imam Al-Ghazali
Kajian : Ramadhan 1447H
Bagian Pertama: Ketaatan

Perintah Allah terbagi menjadi dua, yaitu fardhu dan sunnah.
Fardhu ibarat modal dalam sebuah perdagangan; jika dikerjakan, ia menjadi sebab keselamatan. Adapun sunnah adalah keuntungan dari perdagangan tersebut; jika dikerjakan, ia akan mengantarkan seseorang pada kemenangan dan peningkatan derajat di sisi Allah.
Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah SWT berfirman:
“Hamba-Ku tidaklah mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai selain apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya, penglihatannya, lisannya, dan kakinya.”
Maksudnya, Allah akan menjaga seluruh pancaindra hamba tersebut dari perkara-perkara yang buruk dan dimurkai-Nya.
Allah Maha Mengetahui segala isi hati hamba-Nya, apa yang terlintas dalam pikirannya, serta setiap perbuatan yang ia lakukan. Oleh karena itu, beradablah kepada Allah dalam setiap keadaan dan perbuatan.
Berusahalah agar Allah tidak pernah mendapati kita lalai dari perintah-Nya, sejak bangun tidur hingga kembali terlelap.