{"id":3676,"date":"2026-07-08T16:20:32","date_gmt":"2026-07-08T09:20:32","guid":{"rendered":"https:\/\/ppduputri.or.id\/?page_id=3676"},"modified":"2026-07-08T17:00:52","modified_gmt":"2026-07-08T10:00:52","slug":"hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/","title":{"rendered":"Hilangnya Nikmat Berawal Dari Hati"},"content":{"rendered":"<p><strong>Hilangnya Nikmat Berawal Dari Hati<\/strong><\/p>\n<p>Sabtu, 04 Juli 2026<\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Malam ini, kembali lagi dengan muhadhoroh mingguan bersama Al-Ustadz KH. Ahmad Syakirin Asmu&#8217;i, Lc,. MA., mengulas buku\u00a0 <\/span><\/span><em><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Nashaikhul Ibad<\/span><\/span><\/em><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> \u00a0yang ditulis oleh Sheikh Imam Nawawi Al-Bantani dalam\u00a0 <\/span><\/span><em><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">maqalah<\/span><\/span><\/em><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> ke-14 . Kali ini membahas bagaimana setiap sifat buruk akan menghilangkan kenikmatan hidup seseorang.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Al-Ahnaf bin Qais menyampaikan enam kebenaran hidup yang <\/span><\/span><em><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">berkaitan<\/span><\/span><\/em><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> dengan kehidupan kita:<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">(\u0644\u0627 \u0631\u062d\u0629 \u0644\u062d\u0633\u0648\u062f) <\/span><\/span><\/strong> <strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Tidak ada kedamaian bagi orang yang iri hati.<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p>Orang yang selalu iri tidak pernah merasa puas dengan nikmat yang Allah berikan kepadanya. Hatinya dipenuhi kegelisahan karena sibuk melihat kelebihan orang lain. Akibatnya, ia kehilangan rasa syukur dan kebahagiaan. Disini Imam Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa seorang mukmin hendaknya menjauhi <strong>hasad<\/strong> karena dapat merusak amal dan hubungan antarsesama. Sebaliknya, ia dianjurkan memiliki semangat <strong>mun\u0101fasah<\/strong>, yaitu berlomba-lomba dalam ilmu, ibadah, akhlak, dan amal saleh.<\/p>\n<p><strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">(\u0644\u0627\u0645\u0631\u0648\u0621\u0629 \u0627\u0627\u0643\u0630\u0648\u0628) <\/span><\/span><\/strong> <strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Tidak ada wewenang bagi seorang pembohong.<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Orang yang terbiasa berbohong akan kehilangan kepercayaan masyarakat. Begitu kebohongan mereka terbongkar, perkataan mereka akan diragukan bahkan jika suatu hari mereka mengatakan yang sebenarnya. Sebuah hadits menyebutkan, Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: &#8221; <\/span><\/span><em><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Barangsiapa menyekutukan atau berurusan dengan manusia dan tidak menzalimi mereka, berbicara kepada mereka dan tidak berbohong, dan berjanji kepada mereka dan tidak mengingkari janjinya, maka dialah orang yang kemuliaannya (muruah) sempurna, keadilannya nyata, dan dia harus dijadikan saudara (dalam persaudaraan Islam).<\/span><\/span><\/em><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> &#8220;<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>(\u0644\u0627\u062d\u064a\u0644\u0629 \u0644\u0644\u0628\u062e\u064a\u0644)<\/strong> <strong>Tidak ada pertolongan bagi orang yang bakhil (pelit). <\/strong><\/p>\n<p>Orang yang enggan berbagi akan sulit mendapatkan simpati dan bantuan ketika membutuhkan. Sifat pelit juga menjadi penghalang datangnya keberkahan rezeki. <strong>Sakha&#8217; <\/strong>berarti <strong>kemurahan hati atau kedermawanan <\/strong>adalah berusaha untuk memenuhi kebutuhan seseorang yang membutuhkan dan memberikan kepadanya apa-apa yang menjadi haknya, sesuai dengan kemampuannya. Dan jika <strong>sakha&#8217; <\/strong>itu terbatas, maka barangsiapa yang telah melebihi batasnya maka itu disebut dengan <strong>kar\u012bman<\/strong> berarti <strong>orang yang mulia akhlaknya<\/strong> dan ia berhak mendapatkan pujian. Dan barangsiapa yang lebih rendah darinya maka itu disebut <strong>bakh\u012blan <\/strong>berarti <strong>orang yang kikir atau pelit<\/strong>. Sebuah hadist mengatakan, Rasulullah <span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">shalla Allahu alaihi wa sallam <\/span> bersabda: <em>\u201cMakanan orang yang baik menjadi sebuah obat, dan makanan orang bakhil akan menjadi sebuah penyakit.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Ketiganya mengajarkan kepada kita bahwa kebahagiaan bukan hanya ditentukan oleh harta, jabatan, atau kekuasaan, tetapi terutama oleh kebersihan hati dan kemuliaan akhlak. Untuk tiga kenyataan hidup lainnya akan dilanjut pada muhadharah selanjutnya.\u00a0<em>Insyaa Allah<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Alya Fadhilatuzzakiyyah)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sekian untuk muhadharah kali ini. Untuk melihat kajian selengkapnya, tonton juga video Live Streaming pada channel YouTube kami. Hanya di\u00a0DUPI ONE TV!<\/p>\n<div class=\"jetpack-video-wrapper\"><span class=\"embed-youtube\" style=\"text-align:center; display: block;\"><iframe class=\"youtube-player\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/yZM9d4iq37Y?version=3&#038;rel=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;fs=1&#038;hl=en-US&#038;autohide=2&#038;wmode=transparent\" allowfullscreen=\"true\" style=\"border:0;\" sandbox=\"allow-scripts allow-same-origin allow-popups allow-presentation allow-popups-to-escape-sandbox\"><\/iframe><\/span><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">MENYIMAK-\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Situs web: ppduputri.or.id\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">YouTube: DUPI ONE TV\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p>Instagram:\u00a0dupione_malang<\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">TikTok: dupione\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Facebook : Daarul Ukhuwwah Putri I<\/span><\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hilangnya Nikmat Berawal Dari Hati Sabtu, 04 Juli 2026 Malam ini, kembali lagi dengan muhadhoroh mingguan bersama Al-Ustadz KH. Ahmad Syakirin Asmu&#8217;i, Lc,. MA., mengulas buku\u00a0 Nashaikhul Ibad \u00a0yang ditulis oleh Sheikh Imam Nawawi Al-Bantani dalam\u00a0 maqalah ke-14 . Kali ini membahas bagaimana setiap sifat buruk akan menghilangkan kenikmatan hidup seseorang. Al-Ahnaf bin Qais menyampaikan<\/p>\n<div class=\"more-link\">\n\t\t\t\t <a href=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/\" class=\"link-btn\"><span>Lanjut membaca <\/span> <i class=\"icofont-thin-double-right\"><\/i><\/a>\n\t\t\t<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":86,"menu_order":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"footnotes":""},"class_list":["post-3676","page","type-page","status-publish","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hilangnya Nikmat Berawal Dari Hati - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kebahagiaan bukan hanya ditentukan oleh harta, jabatan, atau kekuasaan, tetapi terutama oleh kebersihan hati dan kemuliaan akhlak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hilangnya Nikmat Berawal Dari Hati - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kebahagiaan bukan hanya ditentukan oleh harta, jabatan, atau kekuasaan, tetapi terutama oleh kebersihan hati dan kemuliaan akhlak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-08T10:00:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/\",\"name\":\"Hilangnya Nikmat Berawal Dari Hati - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-08T09:20:32+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-08T10:00:52+00:00\",\"description\":\"Kebahagiaan bukan hanya ditentukan oleh harta, jabatan, atau kekuasaan, tetapi terutama oleh kebersihan hati dan kemuliaan akhlak.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ppduputri.or.id\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Artikel\",\"item\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/artikel\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hilangnya Nikmat Berawal Dari Hati\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\",\"description\":\"Mencetak Ulama Pejuang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png\",\"width\":250,\"height\":243,\"caption\":\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hilangnya Nikmat Berawal Dari Hati - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","description":"Kebahagiaan bukan hanya ditentukan oleh harta, jabatan, atau kekuasaan, tetapi terutama oleh kebersihan hati dan kemuliaan akhlak.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hilangnya Nikmat Berawal Dari Hati - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","og_description":"Kebahagiaan bukan hanya ditentukan oleh harta, jabatan, atau kekuasaan, tetapi terutama oleh kebersihan hati dan kemuliaan akhlak.","og_url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/","og_site_name":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","article_modified_time":"2026-07-08T10:00:52+00:00","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/","name":"Hilangnya Nikmat Berawal Dari Hati - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website"},"datePublished":"2026-07-08T09:20:32+00:00","dateModified":"2026-07-08T10:00:52+00:00","description":"Kebahagiaan bukan hanya ditentukan oleh harta, jabatan, atau kekuasaan, tetapi terutama oleh kebersihan hati dan kemuliaan akhlak.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppduputri.or.id\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/artikel\/hilangnya-nikmat-berawal-dari-hati__trashed\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppduputri.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Artikel","item":"https:\/\/ppduputri.or.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hilangnya Nikmat Berawal Dari Hati"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/","name":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","description":"Mencetak Ulama Pejuang","publisher":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppduputri.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization","name":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png","contentUrl":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png","width":250,"height":243,"caption":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri"},"image":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/PaqkR9-Xi","jetpack-related-posts":[],"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/3676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3676"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/3676\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3680,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/3676\/revisions\/3680"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/86"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}