{"id":3397,"date":"2025-06-27T22:57:04","date_gmt":"2025-06-27T15:57:04","guid":{"rendered":"https:\/\/ppduputri.or.id\/?p=3397"},"modified":"2025-06-27T22:57:04","modified_gmt":"2025-06-27T15:57:04","slug":"sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/","title":{"rendered":"Sebuah Proses Edisi Guru Para Scklodouska"},"content":{"rendered":"<p>Bachtiar pratama, lelaki dengan gaya rambut guiff itu menyapu suasana di sekitarnya begitu tajam. Kafe DiscoGrind, baru saja kaki jenjangnya itu menginjak lantai tempat ini, matanya sudah disuguhi suasana dengan cahaya remang-remang dan musik yang memekakkan telinga.<br \/>\nLelaki itu menoleh pada adiknya, meminta penjelasan, kenapa tempat ini yang dipilihnya, \u201dKamu bilang kita bakal bahas kitab, Fajar. Kenapa milih tempat kayak gini?\u2019\u2019<br \/>\nFajar menyeringai lebar, \u201dSoalnya nanti pembahasannya pas banget sama suasana di sini bang.\u201d<br \/>\nHah? Suasana layaknya diskotik ini bisa dihubungi dengan kitab Arab gundul? Bayangkan saja, lampu warna\u2013warni yang tidak terlalu terang berjejeran disetiap sisi langit-langit ruangan, lantai hitam-putih bagaikan papan catur, buffet disalah satu sisi yang menyediakan berbagai botol entah apa itu, dinding yang dipenuhi pigura yang bertemakan hardcore, ada pula konter kopi di mana para barista menunjukkan keahliannya yang dijadikan satu dengan bagian operator yang mengatur musik dan lampu disko.<br \/>\nHingga Fajar menepuk pundak abangnya itu, \u201dTenang bang, kita kumpul dilantai dua kok, aman.\u201d<br \/>\n\u201cBachtiar! Fajar!\u201dbaru saja kedua pria itu sampai, sudah ada tiga pria yang melambaikan tangannya pada mereka.<br \/>\n\u201dGimana kabarnya bos?\u201d Langsung saja Kenzo menyalami tangan bachtiar begitu kuat, Bachtiar sendiri kembali dengan mode wibawanya sebagai pemimpin pusat perusahaan Pratama Company.<br \/>\nBachtiar geleng kepala melihat ekspresi Kenzo dan Raden yang begitu bersemangat dengan tempat berkumpul kali ini.<br \/>\n\u201dGimana kabar anak-anak?\u201d tanya Raden. Bachtiar mengangguk, \u201dYah, ada peningkatan, mereka sudah percaya dengan saya dan memanggil saya abang.\u201d<br \/>\nKenzo tertawa mendengarnya, \u201dGua seneng dengernya.\u201d Semuanya menggangguk setuju. \u2018\u2019Terus tuntun murid-murid lo ya, walaupun lo sama mereka beda keyakinan.\u201d Ya, anak-anak itu; Elang, Jendral, Murai, Kucai, Sahara, dan terakhir Krisan, putri Nathan Caesar, laki-laki yang tengah duduk bersamanya saat ini dan keenam anak didiknya itu berhasil dipalu hingga pecah kepala batunya itu.<br \/>\n\u201dGimana hubunganmu dengan keluarga? Mereka sudah tahu apa belum?\u201d Ia menatap Nathan begitu dalam. Pendeta II Gereja Sentiago yang dua pekan lalu mualaf menggeleng tanpa suara. Ini benar-benar sulit dihadapinya, ia belum memberitahukan keislamannya pada keluarga kecilnya, ia tak sanggup. Terutama berhadapan dengan putrinya, Krisan.<br \/>\n\u201dSaya takut. Dulu saya menggelapkan uang jutaan gereja, jangan sampai Krisan mengira saya pindah agama untuk melecehkan agama Islam, seperti saya melecehkan agama Kristen dulu.\u201d Bachtiar mengangguk paham, Krisan memang tidak pernah mau mendengar alasan.<br \/>\nTidak ada yang membuka suara lagi. Fajar menatap ekspresi wajah orang\u2013orang sekitarnya yang begitu kalut dengan masalahnya masing\u2013masing. Raden dan Kenzo tenggelam dengan dunia gelapnya, yang begitu sulit untuk dilawan, rasanya seperti dikejar sekelompok kanibal, dunia gelap itulah kanibalnya. Nathan dengan keislamannya yang ia sembunyikan dari keluarga kecilnya, apalagi terhadap Krisan yang masih tak percaya padanya. Dan terakhir Bachtiar yang enyah dari dunia bebasnya semenjak ditinggalkan putri kecil nan baiknya, tapi ia sudah nekat mencoba dua pintu ujian sekaligus.<br \/>\nDua pintu tempat \u2018seleksi\u2019 Bachtiar. Satu pintu ia gunakan kekayaan yang digenggam nya untuk bersandiwara di tempat\u2013tempat klub dan diskotik, menawarkan lowongan kerja dengan gaji yang fantastis, yang \u2018menghipnotis\u2019 mereka keluar dari aktivitas malamnya.<br \/>\nSatu pintu lagi, perannya sebagai guru yang di khususkan untuk mendidik enam murid dengan seribu catatan masalah di luar sekolah. Kadang Bachtiar harus mengikuti alur mereka, balapan motor dan sebagainya, daripada anak\u2013anak itu bermain di luar, lebih baik bermain dengannya sambil diawasi. Lagi pula, Bachtiar pernah menjadi profesional di bidang \u2018itu\u2019. Dan sekali\u2013kali anak didiknya itu juga harus mengikuti permainannya. Satu lagi, Bachtiar harus menyelami kehidupan mereka satu persatu.<br \/>\n\u201cJangan menyalahkan diri sendiri dong,\u201d seringai Fajar membuat keempat pria dengan setelan jas hitam itu menatapnya. \u201cMaksudnya, ini itu proses, nggak mungkin kalian harus jadi orang paling baik bukan?\u201d<br \/>\nEntah kenapa deretan kalimat Fajar seakan\u2013akan berubah menjadi sihir bagi mereka, menghilangkan sebuah rasa pesimis. Mereka semakin memberanikan diri untuk menaiki deretan tangga berlantai Zamrud. Saking berharganya sebuah perubahan, tapi tak ada yang menyadari betapa berartinya sebuah proses.<br \/>\nKenzo menatap kosong meja di hadapannya, \u201cGua bersyukur masih bisa dikasih kesempatan,\u201d ungkapnya bangga. Yah, walaupun mereka bukan berada di lingkungan yang kental agamanya, seperti sebuah komunitas agama Islam ataupun pesantren, tapi mereka sudah beruntung.<br \/>\n\u201cUdah\u2013udah,\u201d Bachtiar seakan\u2013akan memotong paksa topik mereka yang mungkin tidak ada habis-habisnya. \u201cFajar ayo lanjutin kitab kemarin,\u201d pintanya pada sang adik yang satu\u2013satunya bisa berbahasa Arab di antara mereka. Yang lain segera membuka buku dengan lembaran\u2013lembaran kuning mencolok setipis dua milimeter bertuliskan Arab gundul, Kitab \u2018Minhajul Muta\u2019alim\u2019, Fajar menarik napas dalam\u2013dalam.<br \/>\n\u201cKeutamaan orang yang berilmu. Dan Nabi SAW berkata, \u2018dana satu orang yang fakih pasti lebih kuat melawan syaitan daripada seribu ahli ibadah yang bodoh.\u2019\u201d<br \/>\nFajar menerjemahkannya dengan pelan, sementara yang lain menulis artinya dengan telaten. Sesekali Fajar juga menjelaskan apa itu fakih, fasik, dan sebagainya.<br \/>\n\u201cOrang berilmu itu adalah kekasih Allah walaupun dia fasik, dan orang bodoh itu adalah musuh Allah walaupun dia ahli ibadah.\u201d Sekian 30 menit Fajar berceloteh, satu bab pun selesai.<br \/>\n\u201cJadi..\u201d Bachtiar menatap tajam adiknya, \u201dHubungannya sama tempat buka puasa yang kamu pilih ini apa, Fajar Pratama?\u201d<br \/>\n\u201cHubungannya itu..\u201d<br \/>\n\u201cEh!!\u201d Bachtiar merasa tercekik ketika lehernya dirangkul Kenzo begitu kuat. \u201cLo liat itu!\u201d Kenzo menunjuk jendela yang dekat dengan mereka, tepatnya ada pria sedang makan di restoran samping tempat mereka. \u201cKalau seandainya anak cowok itu anak kyai yang banyak ilmunya terus pernah kuliah di Eropa. Sekarang lo liat, cowok itu udah makan aja sebelum buka puasa.\u201d<br \/>\n\u201cJadi.. gimana perasasan kalian kalo jadi orang berilmu tapi ibadahnya lalai?\u201d<br \/>\n\u201cSaya merasa beruntung, tapi saya juga malu sudah dipilih sama yang di atas, tapi kok nggak tau terima kasih? Bukankah ibadah itu adalah cara berterimakasih kita?\u201d seru Bachtiar.<br \/>\n\u201cKalau jadi orang yg berilmu tapi rajin beribadah?\u201d Kenzo tertawa mendengarnya. \u201cSekarang gua baru ditahap itu. Gua mau kasih yang terbaik. Shalat udah gua kencengin, doa gua lama-lamain, buat sedekah juga gak tanggung\u2013tanggung, bahkan gua niat puasa daud setelah Ramadhan ini, tapi gua masih belum punya ilmunya.\u201d<br \/>\nKali ini Fajar tertawa, \u201cSudah aku bilang kan, kita harus bersyukur, bahkan kita sudah berniat untuk berproses menjadi orang berilmu dan rajin ibadah.\u201d Para pria tersebut mengangguk karna bersyukur telah diberi kesempatan.<br \/>\nOleh<br \/>\nAmirah Luthfiyah<br \/>\n5 Azharie<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bachtiar pratama, lelaki dengan gaya rambut guiff itu menyapu suasana di sekitarnya begitu tajam. Kafe DiscoGrind, baru saja kaki jenjangnya itu menginjak lantai tempat ini, matanya sudah disuguhi suasana dengan cahaya remang-remang dan musik yang memekakkan telinga. Lelaki itu menoleh pada adiknya, meminta penjelasan, kenapa tempat ini yang dipilihnya, \u201dKamu bilang kita bakal bahas kitab,<\/p>\n<div class=\"more-link\">\n\t\t\t\t <a href=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/\" class=\"link-btn\"><span>Lanjut membaca <\/span> <i class=\"icofont-thin-double-right\"><\/i><\/a>\n\t\t\t<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[322],"tags":[],"class_list":["post-3397","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-karya-dupi"],"jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sebuah Proses Edisi Guru Para Scklodouska - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sebuah Proses Edisi Guru Para Scklodouska - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bachtiar pratama, lelaki dengan gaya rambut guiff itu menyapu suasana di sekitarnya begitu tajam. Kafe DiscoGrind, baru saja kaki jenjangnya itu menginjak lantai tempat ini, matanya sudah disuguhi suasana dengan cahaya remang-remang dan musik yang memekakkan telinga. Lelaki itu menoleh pada adiknya, meminta penjelasan, kenapa tempat ini yang dipilihnya, \u201dKamu bilang kita bakal bahas kitab,    Lanjut membaca\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-27T15:57:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dupi Malang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dupi Malang\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dupi Malang\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/e871bdbceb7e731424d8897b86903223\"},\"headline\":\"Sebuah Proses Edisi Guru Para Scklodouska\",\"datePublished\":\"2025-06-27T15:57:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-27T15:57:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/\"},\"wordCount\":990,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Karya DUPI\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/\",\"name\":\"Sebuah Proses Edisi Guru Para Scklodouska - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-06-27T15:57:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-27T15:57:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sebuah Proses Edisi Guru Para Scklodouska\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\",\"description\":\"Mencetak Ulama Pejuang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png\",\"width\":250,\"height\":243,\"caption\":\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/e871bdbceb7e731424d8897b86903223\",\"name\":\"Dupi Malang\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0640b52a7c1fd52360b61232c928ead029ba7635e146aabf0bb4244a4c50da2f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0640b52a7c1fd52360b61232c928ead029ba7635e146aabf0bb4244a4c50da2f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dupi Malang\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.ppduputri.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/author\/dupi01malang\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sebuah Proses Edisi Guru Para Scklodouska - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sebuah Proses Edisi Guru Para Scklodouska - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","og_description":"Bachtiar pratama, lelaki dengan gaya rambut guiff itu menyapu suasana di sekitarnya begitu tajam. Kafe DiscoGrind, baru saja kaki jenjangnya itu menginjak lantai tempat ini, matanya sudah disuguhi suasana dengan cahaya remang-remang dan musik yang memekakkan telinga. Lelaki itu menoleh pada adiknya, meminta penjelasan, kenapa tempat ini yang dipilihnya, \u201dKamu bilang kita bakal bahas kitab,    Lanjut membaca","og_url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/","og_site_name":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","article_published_time":"2025-06-27T15:57:04+00:00","author":"Dupi Malang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dupi Malang"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/"},"author":{"name":"Dupi Malang","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/e871bdbceb7e731424d8897b86903223"},"headline":"Sebuah Proses Edisi Guru Para Scklodouska","datePublished":"2025-06-27T15:57:04+00:00","dateModified":"2025-06-27T15:57:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/"},"wordCount":990,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization"},"articleSection":["Karya DUPI"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/","name":"Sebuah Proses Edisi Guru Para Scklodouska - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website"},"datePublished":"2025-06-27T15:57:04+00:00","dateModified":"2025-06-27T15:57:04+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/sebuah-proses-edisi-guru-para-scklodouska\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppduputri.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sebuah Proses Edisi Guru Para Scklodouska"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/","name":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","description":"Mencetak Ulama Pejuang","publisher":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppduputri.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization","name":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png","contentUrl":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png","width":250,"height":243,"caption":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri"},"image":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/e871bdbceb7e731424d8897b86903223","name":"Dupi Malang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0640b52a7c1fd52360b61232c928ead029ba7635e146aabf0bb4244a4c50da2f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0640b52a7c1fd52360b61232c928ead029ba7635e146aabf0bb4244a4c50da2f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dupi Malang"},"sameAs":["http:\/\/www.ppduputri.or.id"],"url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/author\/dupi01malang\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paqkR9-SN","jetpack-related-posts":[],"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3397","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3397"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3397\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3398,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3397\/revisions\/3398"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}