{"id":3638,"date":"2026-02-28T13:47:41","date_gmt":"2026-02-28T06:47:41","guid":{"rendered":"https:\/\/ppduputri.or.id\/?p=3638"},"modified":"2026-02-28T17:32:58","modified_gmt":"2026-02-28T10:32:58","slug":"adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/","title":{"rendered":"Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"3639\" data-permalink=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/whatsapp-image-2026-02-28-at-13-42-54\/\" data-orig-file=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54.jpeg\" data-orig-size=\"960,1280\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"WhatsApp Image 2026-02-28 at 13.42.54\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg\" data-large-file=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-810x1080.jpeg\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3639\" src=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg 225w, https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-810x1080.jpeg 810w, https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-9x12.jpeg 9w, https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54.jpeg 960w\" sizes=\"(max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><\/p>\n<p>Pemateri: Al-Ustadzah Afifah Nuraniah Lc.,M.PD<\/p>\n<p>Kitab: Bidayatul Hidayah<\/p>\n<p>Penulis: Imam Al-Ghazali<\/p>\n<p>Bab: Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa rentang waktu ini adalah salah satu momen penentu: apakah seseorang naik derajatnya di sisi Allah, atau justru turun tanpa ia sadari.<\/p>\n<p>1. <strong>Memahami Awal Waktu<\/strong><\/p>\n<p>Jangan Tergesa Beribadah. Setelah matahari terbit, ada waktu singkat di mana shalat tidak dianjurkan (waktu kar\u0101hah), yaitu sampai matahari benar-benar naik setinggi tombak (kurang lebih sekitar seperempat jam setelah terbit). Setelah itu barulah dianjurkan menunaikan shalat Dhuha. Semakin banyak semakin baik, selama tidak memberatkan dan tetap menghadirkan hati.<\/p>\n<p>Namun Imam Al-Ghazali tidak ingin kita berhenti pada Dhuha saja. Pertanyaannya: setelah shalat, waktu pagi mau diisi dengan apa?<\/p>\n<p>Empat Tingkatan Manusia dalam Mengisi Waktu Pagi<br \/>\nImam Al-Ghazali membagi manusia menjadi beberapa derajat sesuai dengan bagaimana mereka menggunakan waktu antara terbit matahari dan menjelang Zuhur.<\/p>\n<p>1\ufe0f\u20e3 Tingkatan Tertinggi: Ahli Ilmu yang Mengamalkan<br \/>\nIni adalah derajat paling utama setelah para nabi. Mereka menggunakan waktu paginya untuk:<br \/>\nMenuntut ilmu agama, Mengajar, Memahami syariat, Memperbaiki hati dan akhlak. Ilmu yang dimaksud bukan ilmu dunia semata, tetapi ilmu yang:<br \/>\nMenghidupkan hati, Membersihkan penyakit batin, Membimbing amal agar benar, Mengantarkan pada pengenalan kepada Allah.<\/p>\n<p>Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa menuntut ilmu yang bermanfaat lebih utama daripada sekadar memperbanyak ibadah sunnah tanpa ilmu. Karena amal tanpa ilmu bisa salah arah.<br \/>\nIlmu adalah cahaya. Tanpanya, ibadah bisa kehilangan ruh.<\/p>\n<p>2\ufe0f\u20e3 Tingkatan Kedua: Ahli Ibadah<br \/>\nMereka mungkin tidak mendalami ilmu secara luas, namun waktunya dipenuhi dengan: Dzikir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Membaca Al-Qur\u2019an, Shalat sunnah.<br \/>\nIni adalah derajat yang mulia. Mereka menjaga hati dan lisan. Walaupun tidak setinggi ahli ilmu, mereka tetap berada dalam keselamatan dan kebaikan.<\/p>\n<p>3\ufe0f\u20e3 Tingkatan Ketiga: Orang yang Bekerja dengan Niat Benar<br \/>\nAda orang yang tidak bisa sepenuhnya mengisi pagi dengan ilmu atau ibadah sunnah karena harus mencari nafkah. Jika ia bekerja dengan niat: Menjaga kehormatan diri, Menghidupi keluarga, Agar tidak meminta-minta, Agar bisa taat kepada Allah. Maka pekerjaannya bernilai ibadah.<br \/>\nSyaratnya:<br \/>\nTidak melalaikan kewajiban<br \/>\nTidak tenggelam dalam cinta dunia<br \/>\nTidak melakukan yang haram<br \/>\nTidak berlebihan dalam perkara mubah<br \/>\nDunia yang diniatkan dengan benar berubah menjadi akhirat.<\/p>\n<p>4\ufe0f\u20e3 Tingkatan Keempat: Orang Lalai<br \/>\nInilah yang paling berbahaya. Mereka menghabiskan waktu dengan:<br \/>\nKesia-siaan<br \/>\nObrolan tanpa manfaat<br \/>\nMengikuti hawa nafsu<br \/>\nTenggelam dalam ambisi dunia<br \/>\nLalai dari dzikir dan akhirat<\/p>\n<p>Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa manusia bisa turun derajatnya secara bertahap:<br \/>\nAwalnya hanya sibuk dengan perkara mubah berlebihan. Lalu condong kepada syahwat.<br \/>\nLalu hati mengeras. Hingga turun derajatnya seperti hewan, bahkan lebih rendah. Turunnya tidak terasa. Tetapi dampaknya besar. Bila Tidak Mampu Memperbaiki Orang Lain, Selamatkan Dirimu<br \/>\nImam Al-Ghazali memberikan prinsip penting tentang pergaulan dan kesendirian.<br \/>\nJika seseorang tidak mampu berdakwah, tidak mampu memperbaiki orang lain, dan khawatir agamanya rusak karena pergaulan. Maka uzlah (menjaga jarak) lebih selamat baginya. Namun jika dalam kesendirian muncul was-was dan godaan syaitan, maka ia harus menyibukkan diri dengan ibadah.<br \/>\nJika tetap tidak mampu, beliau menyampaikan kalimat yang sangat tegas:<br \/>\nJika pilihanmu antara bergerak dalam maksiat atau tidur, maka tidur lebih baik.<br \/>\nKarena tidur hanya menghentikan aktivitas dunia,<br \/>\nsedangkan maksiat merusak agama.<br \/>\nPrinsip Besar: Pilih Keadaan yang Paling Menjaga Agama<br \/>\nImam Al-Ghazali menutup dengan kaidah yang sangat dalam:<br \/>\nJika tidak mampu meraih \u201cghanimah\u201d (keuntungan besar), maka ridhalah dengan \u201csalamah\u201d (keselamatan).<br \/>\nArtinya:<br \/>\nJika belum bisa menjadi ahli ilmu, Belum mampu jadi ahli ibadah, Belum sempurna dalam amal. Maka minimal jangan sampai terjerumus dalam kerusakan.<br \/>\nKeselamatan agama lebih penting daripada ambisi dunia. Waktu Pagi Adalah Penentu Derajat<br \/>\nWaktu antara terbit matahari dan Zuhur adalah cermin kesungguhan seseorang.<\/p>\n<p>Di situlah terlihat:<br \/>\nSiapa yang serius mengejar akhirat<br \/>\nSiapa yang menjaga niat dalam dunia<br \/>\nDan siapa yang tenggelam dalam kelalaian<br \/>\nWaktu tidak pernah kosong. Ia pasti terisi.<br \/>\nPertanyaannya:<br \/>\nDiisi dengan apa?<\/p>\n<p>Imam Al-Ghazali mengajarkan bahwa nilai hidup seseorang terlihat dari bagaimana ia memperlakukan waktunya. Karena waktu adalah modal utama menuju Allah.<\/p>\n<p>Jika kita belum mampu menjadi yang tertinggi,<br \/>\nsetidaknya jangan menjadi yang terendah.<br \/>\nDan jika belum mampu meraih kemuliaan besar,<br \/>\njangan lepaskan keselamatan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemateri: Al-Ustadzah Afifah Nuraniah Lc.,M.PD Kitab: Bidayatul Hidayah Penulis: Imam Al-Ghazali Bab: Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur &nbsp; Dalam Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa rentang waktu ini adalah salah satu momen penentu: apakah seseorang naik derajatnya di sisi Allah, atau justru turun tanpa ia sadari. 1. Memahami Awal Waktu Jangan Tergesa<\/p>\n<div class=\"more-link\">\n\t\t\t\t <a href=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/\" class=\"link-btn\"><span>Lanjut membaca <\/span> <i class=\"icofont-thin-double-right\"><\/i><\/a>\n\t\t\t<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[336],"tags":[],"class_list":["post-3638","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-talim"],"jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pemateri: Al-Ustadzah Afifah Nuraniah Lc.,M.PD Kitab: Bidayatul Hidayah Penulis: Imam Al-Ghazali Bab: Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur &nbsp; Dalam Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa rentang waktu ini adalah salah satu momen penentu: apakah seseorang naik derajatnya di sisi Allah, atau justru turun tanpa ia sadari. 1. Memahami Awal Waktu Jangan Tergesa    Lanjut membaca\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-28T06:47:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-28T10:32:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dupi Malang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dupi Malang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dupi Malang\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/e871bdbceb7e731424d8897b86903223\"},\"headline\":\"Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur\",\"datePublished\":\"2026-02-28T06:47:41+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-28T10:32:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/\"},\"wordCount\":660,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg\",\"articleSection\":[\"Ta'lim\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/\",\"name\":\"Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-02-28T06:47:41+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-28T10:32:58+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\",\"description\":\"Mencetak Ulama Pejuang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png\",\"width\":250,\"height\":243,\"caption\":\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/e871bdbceb7e731424d8897b86903223\",\"name\":\"Dupi Malang\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0640b52a7c1fd52360b61232c928ead029ba7635e146aabf0bb4244a4c50da2f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0640b52a7c1fd52360b61232c928ead029ba7635e146aabf0bb4244a4c50da2f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dupi Malang\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.ppduputri.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/author\/dupi01malang\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","og_description":"Pemateri: Al-Ustadzah Afifah Nuraniah Lc.,M.PD Kitab: Bidayatul Hidayah Penulis: Imam Al-Ghazali Bab: Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur &nbsp; Dalam Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa rentang waktu ini adalah salah satu momen penentu: apakah seseorang naik derajatnya di sisi Allah, atau justru turun tanpa ia sadari. 1. Memahami Awal Waktu Jangan Tergesa    Lanjut membaca","og_url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/","og_site_name":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","article_published_time":"2026-02-28T06:47:41+00:00","article_modified_time":"2026-02-28T10:32:58+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg"}],"author":"Dupi Malang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dupi Malang","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/"},"author":{"name":"Dupi Malang","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/e871bdbceb7e731424d8897b86903223"},"headline":"Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur","datePublished":"2026-02-28T06:47:41+00:00","dateModified":"2026-02-28T10:32:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/"},"wordCount":660,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg","articleSection":["Ta'lim"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/","name":"Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg","datePublished":"2026-02-28T06:47:41+00:00","dateModified":"2026-02-28T10:32:58+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg","contentUrl":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-13.42.54-225x300.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/adab-mengisi-waktu-setelah-terbit-matahari-hingga-zuhur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppduputri.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/","name":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","description":"Mencetak Ulama Pejuang","publisher":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppduputri.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization","name":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png","contentUrl":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png","width":250,"height":243,"caption":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri"},"image":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/e871bdbceb7e731424d8897b86903223","name":"Dupi Malang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0640b52a7c1fd52360b61232c928ead029ba7635e146aabf0bb4244a4c50da2f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0640b52a7c1fd52360b61232c928ead029ba7635e146aabf0bb4244a4c50da2f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dupi Malang"},"sameAs":["http:\/\/www.ppduputri.or.id"],"url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/author\/dupi01malang\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paqkR9-WG","jetpack-related-posts":[],"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3638","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3638"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3638\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3642,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3638\/revisions\/3642"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3638"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3638"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3638"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}