{"id":3710,"date":"2026-08-06T13:31:29","date_gmt":"2026-08-06T06:31:29","guid":{"rendered":"https:\/\/ppduputri.or.id\/?p=3710"},"modified":"2026-08-06T13:32:39","modified_gmt":"2026-08-06T06:32:39","slug":"biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/","title":{"rendered":"Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini!"},"content":{"rendered":"<p>Hari Rabu, 05 Agustus 2026.<\/p>\n<p>Malam ini, kita melanjutkan pengkajian kitab Qomi\u2019ut Thughyan karangan Syaikh Nawawi oleh Ustadz Ahmad Syakirin, Lc. MA. tentang Pilar-Pilar Keimanan.<\/p>\n<p>Seorang penyair berkata dalam syairnya:<\/p>\n<p><strong>\u0622\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u0652 * \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0628\u0650\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u064f<\/strong><\/p>\n<p><em>&#8220;Berimanlah kepada Tuhanmu, para malaikat, para nabi, dan hari di mana alam semesta akan binasa.&#8221;<\/em><\/p>\n<ol>\n<li><strong> Cabang Pertama: Keimanan Kepada Allah SWT (Tauhid)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Pilar pertama dan utama adalah mengesakan Allah Ta&#8217;ala. Keyakinan ini menuntut seorang mukmin untuk mengakui bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa tanpa sekutu, tunggal tanpa padanan (<em>fardun la misla lah<\/em>), tempat bergantung segala sesuatu (<em>shamad<\/em>), serta tidak ada tandingan bagi-Nya.<\/p>\n<p>Allah bersifat <em>Azali<\/em> (tanpa permulaan) dan <em>Abadi<\/em> (tanpa penghabisan). Ia berdiri sendiri dan kekal abadi. Sifat-sifat-Nya meliputi Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zhahir, dan Yang Batin. Inti akidah tauhid ini ditegaskan dengan prinsip penyucian Allah dari segala sifat kebendaan: <strong>Allah Maha Suci dari sifat jasmani, dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya<\/strong> (<em>Laisa kamitslihi syai&#8217;<\/em>).<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Cabang Kedua: Beriman Kepada Malaikat<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Cabang kedua adalah mengimani keberadaan para malaikat. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan (<em>&#8216;ibadun mukramun<\/em>). Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur&#8217;an (Surat At-Tahrim ayat 6), para malaikat tidak pernah mendurhakai Allah dan senantiasa melaksanakan apa saja yang diperintahkan kepada mereka.<\/p>\n<p>Secara hakikat, malaikat diciptakan dari cahaya sebagai makhluk berbadan halus yang memiliki ruh (<em>ajsamun lathifatun dzawat arwah<\/em>), serta dianugerahi kemampuan oleh Allah untuk bermanifestasi ke dalam berbagai rupa bentuk yang indah.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Cabang Ketiga: Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Cabang ketiga mewajibkan setiap Muslim untuk meyakini bahwa seluruh kitab yang diturunkan Allah kepada para nabi-Nya adalah murni wahyu ilahi. Kitab-kitab suci tersebut memuat petunjuk hidup, hukum-hukum syariat, serta berita-berita benar yang membimbing umat manusia menuju jalan keselamatan.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong> Cabang Keempat: Beriman Kepada Para Nabi dan Rasul<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Cabang keempat adalah meyakini bahwa para nabi adalah utusan yang benar (<em>shadiqon<\/em>) dalam setiap berita yang mereka sampaikan dari Allah SWT. Mereka diutus ke tengah umat manusia untuk menuntun kehidupan dunia dan akhirat (<em>takmil ma&#8217;asyahum wa ma&#8217;adahum<\/em>).<\/p>\n<p>Allah memperkuat para nabi dengan berbagai mukjizat nyata sebagai bukti kejujuran kenabian mereka. Tugas mulia mereka adalah menyampaikan risalah Allah secara paripurna serta menjelaskan kepada umat segala perintah yang diwahyukan kepada mereka.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong> Cabang Kelima: Beriman Kepada Hari Akhir dan Kebinasaan Semesta<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Cabang kelima mencakup keyakinan akan <strong>fana&#8217; (kebinasaan) total seluruh alam semesta<\/strong>, baik alam atas (langit) maupun alam bawah (bumi). Keimanan ini juga meliputi keyakinan penuh terhadap Hari Kiamat beserta seluruh rangkaian tahapannya, yang meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Al-Jaza&#8217; wal Hisab:<\/strong> Proses perhitungan amal dan pembalasan.<\/li>\n<li><strong>Al-Mizan:<\/strong> Timbangan keadilan amal perbuatan.<\/li>\n<li><strong>Ash-Shiroth:<\/strong> Jembatan yang membentang di atas neraka.<\/li>\n<li><strong>Al-Jannah wan Nar:<\/strong> Surga tempat penuh kenikmatan abadi dan Neraka sebagai tempat siksa.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Tim Beit Kilma Dupione)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>STAY TUNE\u2014<\/p>\n<p>Website:\u00a0ppduputri.or.id<\/p>\n<p>YouTube:\u00a0DUPI ONE TV<\/p>\n<p>Instagram:\u00a0dupione_malang<\/p>\n<p>Tiktok:\u00a0dupione<\/p>\n<p>Facebook:\u00a0Daarul Ukhuwwah Putri I<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Rabu, 05 Agustus 2026. Malam ini, kita melanjutkan pengkajian kitab Qomi\u2019ut Thughyan karangan Syaikh Nawawi oleh Ustadz Ahmad Syakirin, Lc. MA. tentang Pilar-Pilar Keimanan. Seorang penyair berkata dalam syairnya: \u0622\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u0652 * \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0646\u0652\u0628\u0650\u064a\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u0650\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u064a\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u064f &#8220;Berimanlah kepada Tuhanmu, para malaikat, para nabi, dan hari di mana alam semesta akan binasa.&#8221; Cabang Pertama:<\/p>\n<div class=\"more-link\">\n\t\t\t\t <a href=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/\" class=\"link-btn\"><span>Lanjut membaca <\/span> <i class=\"icofont-thin-double-right\"><\/i><\/a>\n\t\t\t<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":3711,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[304,336],"tags":[],"class_list":["post-3710","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kalam-mudir","category-talim"],"jetpack_publicize_connections":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini! - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini menjelaskan lima cabang utama keimanan yang dirangkum dari bait syair klasik (nadham). Selain menjadi fondasi akidah yang utuh, karya ini sekaligus menampilkan keindahan seni tata bahasa dan sastra Arab (nahwu\/balaghah).\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini! - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini menjelaskan lima cabang utama keimanan yang dirangkum dari bait syair klasik (nadham). Selain menjadi fondasi akidah yang utuh, karya ini sekaligus menampilkan keindahan seni tata bahasa dan sastra Arab (nahwu\/balaghah).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-06T06:31:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-06T06:32:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Capture-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"290\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"324\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dupi Malang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dupi Malang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dupi Malang\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/e871bdbceb7e731424d8897b86903223\"},\"headline\":\"Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini!\",\"datePublished\":\"2026-08-06T06:31:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-06T06:32:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/\"},\"wordCount\":455,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Capture-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Kalam Mudir\",\"Ta'lim\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/\",\"name\":\"Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini! - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Capture-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-08-06T06:31:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-06T06:32:39+00:00\",\"description\":\"Artikel ini menjelaskan lima cabang utama keimanan yang dirangkum dari bait syair klasik (nadham). Selain menjadi fondasi akidah yang utuh, karya ini sekaligus menampilkan keindahan seni tata bahasa dan sastra Arab (nahwu\/balaghah).\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Capture-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Capture-1.jpg\",\"width\":290,\"height\":324},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\",\"description\":\"Mencetak Ulama Pejuang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png\",\"width\":250,\"height\":243,\"caption\":\"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/e871bdbceb7e731424d8897b86903223\",\"name\":\"Dupi Malang\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0640b52a7c1fd52360b61232c928ead029ba7635e146aabf0bb4244a4c50da2f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0640b52a7c1fd52360b61232c928ead029ba7635e146aabf0bb4244a4c50da2f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dupi Malang\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.ppduputri.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/author\/dupi01malang\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini! - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","description":"Artikel ini menjelaskan lima cabang utama keimanan yang dirangkum dari bait syair klasik (nadham). Selain menjadi fondasi akidah yang utuh, karya ini sekaligus menampilkan keindahan seni tata bahasa dan sastra Arab (nahwu\/balaghah).","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini! - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","og_description":"Artikel ini menjelaskan lima cabang utama keimanan yang dirangkum dari bait syair klasik (nadham). Selain menjadi fondasi akidah yang utuh, karya ini sekaligus menampilkan keindahan seni tata bahasa dan sastra Arab (nahwu\/balaghah).","og_url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/","og_site_name":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","article_published_time":"2026-08-06T06:31:29+00:00","article_modified_time":"2026-08-06T06:32:39+00:00","og_image":[{"width":290,"height":324,"url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Capture-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dupi Malang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dupi Malang","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/"},"author":{"name":"Dupi Malang","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/e871bdbceb7e731424d8897b86903223"},"headline":"Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini!","datePublished":"2026-08-06T06:31:29+00:00","dateModified":"2026-08-06T06:32:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/"},"wordCount":455,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Capture-1.jpg","articleSection":["Kalam Mudir","Ta'lim"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/","name":"Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini! - Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Capture-1.jpg","datePublished":"2026-08-06T06:31:29+00:00","dateModified":"2026-08-06T06:32:39+00:00","description":"Artikel ini menjelaskan lima cabang utama keimanan yang dirangkum dari bait syair klasik (nadham). Selain menjadi fondasi akidah yang utuh, karya ini sekaligus menampilkan keindahan seni tata bahasa dan sastra Arab (nahwu\/balaghah).","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Capture-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Capture-1.jpg","width":290,"height":324},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/biar-nggak-cuma-dihapal-yuk-pahami-lagi-makna-5-cabang-iman-ini\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppduputri.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#website","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/","name":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","description":"Mencetak Ulama Pejuang","publisher":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppduputri.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#organization","name":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png","contentUrl":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp_Image_2023-08-07_at_21.59.56-removebg-preview-e1694577257674.png","width":250,"height":243,"caption":"Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri"},"image":{"@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/e871bdbceb7e731424d8897b86903223","name":"Dupi Malang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppduputri.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0640b52a7c1fd52360b61232c928ead029ba7635e146aabf0bb4244a4c50da2f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0640b52a7c1fd52360b61232c928ead029ba7635e146aabf0bb4244a4c50da2f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dupi Malang"},"sameAs":["http:\/\/www.ppduputri.or.id"],"url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/author\/dupi01malang\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ppduputri.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Capture-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paqkR9-XQ","jetpack-related-posts":[],"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3710","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3710"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3710\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3713,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3710\/revisions\/3713"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3711"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3710"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3710"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppduputri.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3710"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}