SEBERAPA PENTINGKAH UJIAN ITU????
Jumat, 30 November 2018 adalah awal hari yang menentukan bagi santriwati PPDU Putri 01. Pasalnya hari itu adalah hari pertama santriwati mengikuti imtihan tahriri (ujian tulis) akhir semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Ujian tahriri diaksanakan in syaa Allah dari tanggal 30 November sd 14 Desember 2018.
Pada Jumat pagi dilaksanakanlah apel di halaman ma’had tercinta. Mudir kita KH. Ahmad Syakirin Asmui, Lc., MA berkesempatan untuk memberikan sedikit taujihatnya kepada santriwati. Diantara pesan yang disampaikan beliau adalah terkait dengan pelaksanaan ujian itu sendiri. “Ujian itu penting, tapi amal yaumiyah juga penting,” Ucap Ustadz. Artinya adalah dengan ujian, dapat mengukur kemampuan santriwati setelah satu semester menerima pelajaran di kelas. Namun, apalah artinya ujian apabila kesehariannya di kelas kurang semangat atau rajin.
Ustadz menyampaikan bahwa beliau selama SD-SMP tidak belajar ketika mau ujian. Maa syaa Allah, kok bisa ya? Apa rahasia beliau? Ternyata beliau tidak pernah belajar itu karena beliau selalu memperhatikan, mendengarkan, dan merekam semua yang disampaikan oleh guru di kelas. Oleh karena itu, ketika ada ujian tidak perlu belajar lagi. Bukan seperti siswa atau santriwati zaman now dengan SKS. Mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Dimana, di perguruan tinggi SKS adalah Satuan Kredit Semester, namun dalam hal ini yang dimaksud SKS adalah Sistem Kebut Semalam. Ada-ada saja ya anak-anak sekarang, hehe.
Pada intinya adalah ujian memang penting, tapi keseharian kita itu juga penting. Ketika di kelas rajin memperhatikan dan mencatat apa yang disampaikan guru di kelas, in syaa Allah itu memudahkan dalam belajar, pun juga ketika mau ujian. Terakhir, ustadz menyampaikan mahfudzat (kata mutiara), Man Jadda wa Jada, Man saara ‘aladdarbi washola. Ma’annajah untuk seluruh santriwati PPDU Putri 01 dalam mengikuti ujian tahriri semesterganjil tahun pelajaran 2018/2019. Baarakallahufiikum.