Meninggalkan Dunia Itu lebih Berat Dari Sabar

Meninggalkan Dunia Itu lebih Berat Dari Sabar

Sabtu, 17 Februari 2024

Muhadhoroh pekanan bersama Al-Ustadz KH. Ahmad Syakirin Asmu’i, Lc,. MA., mengkaji kitab Nashaikhul Ibad karangan Syaikh imam Nawawi Al-Bantani. Pada maqalah ke-27.

Diawali dengan perkataan penyair bahr majzu’:

 

يَا مَنْ بِدُنْيَاهُ اشْتَغَلْ   ⁂     قَدْ غَرَّهُ طُوْلُ الْأَمَل

أَوْ لَمْ يَزَلْ فِيْ غَفْلَةٍ   ⁂     حَتَّى دَنَا مِنْهُ الأَجَل

المَوْتُ يَأْتِيْ بَغْتَةً     ⁂     وَالْقَبْرَ صُنْدُوْقُ العَمَل

اصْبِرْ عَلَى أَهْوَالِهَا  ⁂     لَا مَوْتَ إِلاَّ بِالأَجَل

Kesibukan dunia sesungguhnya telah memperdaya, seseorang tadi dengan panjang angan

Atau dia terus dalam kelalaian sampai ajal dekat padanya

Kematian itu akan datang ujuk-ujuk(tiba-tiba), kuburan itu kotak amal

Bersabarlah engkau terhadap kengeriannya dahsyat kuburan/kematian

 

وروي الديلمي أنه صلى الله عليه وسلم قال : (تَرْكُ الدُنْيَا أَمَرُّ مِنَ الصَبْرِ وَأَشَدُّ مِنْ حَطْمِ السُيُوْفِ فِي سَبِيْلِ اللهِ, وَلاَ يَتْرُكَهَا أَحَدٌ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللهُ مِثْلَ مَا يُعْطِى الشُهَدَاءَ, وَتَرْكُهَا قِلَّةُ الأَكْلِ وَالشَبْعِ وَ بُغْضُ الثَنَاءِ مِنَ النَاسِ, فإنه من أحب الثناء من الناس أحب الدنيا ونعيمها ومن سره النعيم فليدع الدنيا والثناء من الناس).

 

Meninggalkan dunia itu lebih pahit dari sabar(lebih berat) . Dan lebih dahsyat dari mematahkan pedang jihad fisabilillah, dan tidak meninggalkan dunia seseorang kecuali Allah beri, seperti Allah beri(pahala) pada para syuhada(orang yang meninggal di jalan Allah). Dan dia meninggalkan dunia dengan makan sedikit, dan kenyang sedikit(jangan sampai kenyang), tidak suka pujian dari orang (kalau perlu beramal tanpa orang tau). Maka sesungguhnya yang suka pujian dari orang, maka dia suka dunia dan nikmatnya. Barang siapa dia ingin nikmat segala nikmat(surga) tinggalkan dunia dan pujian orang lain.

 

 

“وروي ابن ماجه أنه صلى الله عليه و سلم قال: (مَنْ كَانَتْ نِيَّتُهُ الآخِرَةُ جَمَعَ اللهُ  شَمْلَهُ وَجَعَلَ غِنَاءَهُ فِي قَلْبِهِ وَ أَتَتْهُ الدُنْيَا رَاغِمَةً وَ مَنْ كَانَتْ نِيَّتُهُ الدُنْيَا فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُنْيَا إِلاَّ مَا كُتِبَ لَهُ)

Diriwayatkan ibn majah. Rasulullah Saw bersabda: ”barang siapa niatnya untuk akhirat, Allah akan mengumpulkan dirinya bagian untuk dirinya(fokus pada dirinya). Hatinya diberikan Allah selalu rasa cukup kemudian dunia akan datang, mau gak mau terpaksa (dunia yang mendatanginya)

Barang siapa niatnya dunia, maka Allah cerai beraikan pekerjaannya, selalu terbayang-bayang dimata kemiskinan dan dia tidak mendapatkan dunia kecuali yang sudah di tulis.

〈Shofuro Auladana Mufidah〉 


Sekian untuk muhadharah kali ini. Untuk kajian selengkapnya, tonton Live Streaming pada channel YouTube kami. Hanya di DUPI ONE TV!

 


STAY TUNE— 

Website: ppduputri.or.id 

YouTube: DUPI ONE TV 

Instagram: dupione_malang

Tiktok: dupione 

Facebook: Daarul Ukhuwwah Putri I

Tinggalkan Balasan