• Sel. Mei 11th, 2021
  1. 21 Oktober 2020, pukul 06.30 WIB.
Upacara Peringatan Hari Santri Nasional

Riuh rendah suara para santriwati terdengar dari lapangan belakang asrama Tabligh-sebuah tanah lapang yang tidak cukup luas untuk disebut lapangan. Tetapi cukup untuk menampung sekitar 400-an santriwati serta puluhan asatidz yang akan melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

Hari Santri Nasional biasa diperingati pada tanggal 22 Oktober tiap tahunnya. Setelah beberapa pertimbangan, tanggal perayaan Hari Santri Nasional dimajukan menjadi sehari sebelumnya. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat para santriwati pada hari ini.

Pada hari ini, semua kegiatan belajar mengajar (KBM) diliburkan. Diganti dengan upacara serta perlombaan yang tentu saja sangat menyenangkan serta mendidik.

Tema besar Hari Santri Nasional pada tahun ini adalah “Santri Sehat, Indonesia Kuat”. Dalam amanat inspektur upacaranya, KH Ahmad syakirin Asmui, Lc, MA menyebutkan penggalan ayat 9 Surat An-Nisa’ yang berbunyi :

وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Beliau pun melanjutkan amanatnya dengan menjelaskan, bahwa walaupun sedang berada dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti ini, kita harus tetap menjaga kesehatan. Agar kita tidak menjadi generasi islam yang lemah, secara ideologis, psikis, pun fisik.

Setelah usai upacara, para santriwati melaksanakan senam bersama di tempat yang sama pula. Kegiatan ini juga merupakan salah satu usaha kami untuk menerapkan pola hidup sehat. Bukan hanya dengan senam saja, kami juga menjaga kesehatan dengan cara rutin membersihkan pondok, serta teratur dalam menjaga pola makan tiga kali sehari. Inilah salah satu dalil atau bukti bahwa kami benar-benar bukan ‘limbah’, seperti yang telah dituduhkan salah seorang oknum tokoh masyarakat di luar sana terhadap pondok pesantren. Na’uudzu billahi min dzaalik.

Antusiasme santriwati mengikuti kegiatan di Hari Santri
Lomba Cover lagu Ya Lal Wathon (Shoutul Fatayat)

Perlombaan dilaksanakan di aula utama. Ruangan yang dihiasi dengan sebuah banner bertuliskan “KAMI SANTRI BUKAN LIMBAH” itu begitu ramai dengan sorakan santriwati yang mengikuti lomba Shoutul Fatayat (cover lagu Ya lal Wathan), SuperSantri, dan lomba tashrifan.

***

Rangkaian agenda Hari Santri ini diakhiri di malam harinya dan bertempat di pekarangan belakang pondok. Tepat pukul 21.15 WIB, para santriwati bergegas pergi ke sana dengan sangat antusias. Para panitia Hari Santri sudah stand by dengan membawa beberapa lampion yang akan diterbangkan oleh setiap marhalah (angkatan).

Begitulah hari ini berakhir. Kita semua pulang ke kamar masing-masing dengan wajah berseri-seri. Karena ini adalah kali pertama pengalaman kami untuk menerbangkan lampion di pondok. Langit malam begitu indah dibuatnya, seindah perjuangan kita dalam menghadapi masa pandemi di pondok ini. Meski hitam dan samar-samar, kami yakin masih ada cahaya harapan, bahwa pandemi ini akan segera usai seizin Allah SWT. Aamiin.. Yaa Rabbal ‘aalamiin.. [Fakhitah Dzul]

Tinggalkan Balasan

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia العربية العربية English English Bahasa Melayu Bahasa Melayu Türkçe Türkçe Deutsch Deutsch Basa Jawa Basa Jawa Basa Sunda Basa Sunda 日本語 日本語 한국어 한국어 ไทย ไทย 简体中文 简体中文