• Rab. Jul 28th, 2021

#Untuk apa kita hidup?

merenungi kehidupan

Kita hidup untuk mempersiapkan kematian yang husnul khotimah (akhir yang baik). Oleh karena itulah, kawan.. Jadikanlah salah satu tujuan utama dalam menuntut ilmu sebagai jalan untuk menjemput husnul khotimah. Selain itu, jangan lupa untuk senantiasa meniatkan segala sesuatu demi menggapai ridho Illahi. Jangan sampai kita terperosok ke jalan yang salah, na’uudzu billahi min dzaalik..

#Gunakan waktu sebaik mungkin!

ilustrasi waktu

Kawan, berlatihlah untuk menggunakan waktu sebaik mungkin. Agar apa? Tentu saja agar waktu yang telah Allah berikan kepada kita tidak berlalu sia-sia begitu saja. Ingatlah kawan, hidup hanya sekali, tak akan terulang lagi. Jadi, gunakanlah waktumu hanya untuk segala sesuatu yang bermanfaat.

#Jadikan duniamu ladang amal yang subur!

ilustrasi bercocok tanam

Dunia adalah tempat untuk bercocok tanam. Bukan hanya untuk menumbuhkan buah-buahan ataupun sayur-mayur, namun juga untuk menumbuhkan amal kebaikan. Menanam sesuatu pun bukanlah hal yang mudah. Perlu usaha serta kesabaran yang besar hingga akhirnya dapat dipetik hasil yang memuaskan. Mulai dari menggali, menanam benih, menimbun kembali, mengairi tiap pagi dan sore hari, serta memupuki. Begitu pula dunia, kita perlu bersusah payah terlebih dahulu hingga akhirnya memetik hasil yang manis di akhirat kelak.

#Bertemu Illahi Rabbi..

sejelas memandang bulan purnama

Betapa nikmat orang yang kelak akan masuk surga, karena puncak kenikmatan di sana ialah ketika kita dapat melihat wajah Illahi Rabbi. Wajah-Nya yang mulia akan terlihat begitu jelas bak melihat bulan purnama, seperti yang telah digambarkan oleh Rasulullah SAW. dalam salah satu haditsnya:

إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ، كَمَا تَرَوْنَ هَذَا القَمَرَ، لاَ تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ
“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian (pada hari kiamat), sebagaimana kalian melihat bulan ini (purnama). Kalian tidak berdesak-desakan ketika melihat-Nya” (HR. Bukhari no. 554, 573, 4851, 7434 dan Muslim no. 633).

Namun, meskipun kita masih berada di dunia, Allah telah menurunkan bagi hamba-Nya puncak kenikmatan beribadah di dunia. Yaitu saat kita bisa bertemu Illahi Rabbi di sepertiga malam. Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW.:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 1808)

#1001 Istighfar di Sepertiga Malam

ومن الليل فتهجد به نافلة لك عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا

Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”(QS. Al- Isra ayat 79)

Sholat tahajjud merupakan sholat sunnah yang paling utama setelah solat wajib lima waktu. Dan sepertiga malam termasuk dari waktu-waktu dikabulkannya doa. Artinya, apabila kita melaksanakan sholat tahajjud di sepertiga malam, lalu berdoa dengan khusyu’ mengharap istijabah dan ridho dari-Nya, segala sesuatu yang kita minta tidak lagi mustahil terwujud.

Namun, apalah artinya doa yang dikabulkan jika dosa belum diampunkan. Oleh karena itu, alangkah eloknya apabila kita beristighfar memohon ampunan sebanyak-banyaknya di sepertiga malam. Karena pasti, jika kita memohon ampunan dengan sungguh-sungguh dan hati yang bersih, in syaa Allah, Allah akan mengampuni dosa kita sebanyak apapun jumlahnya. Seperti halnya penjelasan Rasulullah SAW. dalam hadits qudsi berikut ini:

عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  يَقُوْلُ :  قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.”  [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].

dosa setinggi langit, akan diampuni
dosa sepenuh bumi, akan diampuni

 

#Moslemah Lives Matter

muslimah, you’re so precious

Wahai muslimah, janganlah berkecil hati. Karena dirimu spesial. Dirimu mulia jika bertakwa. Dirimu mulia sebagaimana engkau telah menjaga amal shalihmu setiap saat.

Ada milyaran wanita di luar sana. Namun dirimu begitu berharga, karena engkau berbeda. Engkaulah mutiara umat yang begitu terjaga, tersimpan di balik tirai kesucian islam.

(Dikembangkan dari kajian yang dibawakan oleh Al-Ustadz Asfa’i dalam agenda ta’lim pekanan PPDU Putri 01 Malang.)

[Rechita Aulia]

 

Tinggalkan Balasan

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia العربية العربية English English Bahasa Melayu Bahasa Melayu Türkçe Türkçe Deutsch Deutsch Basa Jawa Basa Jawa Basa Sunda Basa Sunda 日本語 日本語 한국어 한국어 ไทย ไทย 简体中文 简体中文