• Sab. Nov 27th, 2021

Menjawab Rasa Penasaran Anda, Pengakuan Santriwati Program Halaqoh Tahfidz Reguler PPDU Putri 01!

Al-Qur’an adalah sumber kehidupan. Al-Qur’an pula yang menjadi pedoman hidup bagi seorang muslim di manapun ia berada. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi seorang kami santri PPDU untuk mempelajari Al-Qur’an, menghafalkannya, serta mengamalkannya. Berikut penuturan singkat santriwati penghafal qur’an yang mengikuti program tahfidz reguler PPDU Putri 01.

 

Tiada hari tanpa berqur’an, itulah santriwati PPDU Putri 01. Halaqoh pagi setelah shubuh hingga pukul 05.45 serta sore setelah maghrib hingga pukul 19.15 menjadi rutinitas harian qur’ani kami. Dibimbing oleh muhafidzah tercinta, kami mentadabburi Al-Qur’an serta menghafalkannya bersama-sama. Halaqoh pun menjadi semakin seru dan menyenangkan ketika kami saling bermain tebak-tebakan ayat ke-berapa dari surat yang kami hafalkan.

Di tiap semester, halaqoh tahfidz reguler memiliki target minimal, yaitu setengah juz tambahan hafalan. Meski begitu, muroja’ah tak lupa dilakukan, karena muroja’ahlah inti dari program ini. Hal ini sejalan dengan salah satu output alumni PPDU, hafal Qur’an minimal enam juz mutqin, bukan enam juz abal-abal.

Metode menghafal halaqoh qur’an program takhossus dan program reguler tidak jauh berbeda. Yang membedakan hanyalah target hafalannya. Jika halaqoh takhossus diwajibkan untuk menyetorkan satu halaman tambahan hafalan per harinya, maka halaqoh reguler lebih fleksibel.

Target tambahan hafalan per hari halaqoh reguler disesuaikan dengan kemampuan mengahafal masing-masing santriwati. Ada yang mampu menghafal seperempat halaman per hari, ada pula yang mampu menghafal setengah halaman.

Menghafal Al-Qur’an tidak bisa dipaksakan, namun dibiasakan. Atas dasar itulah, program tahfidz reguler diwajibkan bagi para santriwati yang tidak mengikuti program tahfidz takhossus.  Semua ini kami lakukan dengan niat mencari ridho Illahi, agar kami dapat menjadi shahibul Qur’an atau hamilul Qur’an. Yakni golongan yang insyaAllah akan mendapatkan syafa’at Al-Qur’an di akhirat kelak.

Rasulullah ﷺ bersabda:

 اقْرَءُوا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ، اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا

“Bacalah Al-Qur’an karena Al-Quran akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya (dengan tadabbur dan mengamalkannya) Bacalah al-Zahrawain (dua cahaya) yaitu surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya, keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surat tersebut” (HR. Muslim: 1910).

[Dzirwah Sanamil]

Tinggalkan Balasan

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia العربية العربية English English Bahasa Melayu Bahasa Melayu Türkçe Türkçe Deutsch Deutsch Basa Jawa Basa Jawa Basa Sunda Basa Sunda 日本語 日本語 한국어 한국어 ไทย ไทย 简体中文 简体中文