Bila dua daratan terpisah oleh sungai atau parit maka akan sulit bagi kita menyeberang. Untuk menyeberanginya jalan termudah adalah dengan membangun jembatan. Dalam gambar jembatan bambu bisa berguna untuk sekedar dilewati pejalan kaki. Tapi bagaimana dengan motor? Mobil agau kendaraan lainnya? Ini butuh jembatan permanen yang harganya tidak murah.

Alhamdulillah sejak hampir setahun lalu, pondok bisa membeli tanah di seberang timur yang terpisah oleh sungai kecil selebar 6 meteran untuk pengembangan. Dan tentunya hal ini membutuhkan jembatan untuk lalu lintas.

Menurut pakar lapangan ustadz Hadi Muchlison jembatan kita itu membutuhkan dana bila dihitung permeter untuk pondasi atau bangunan sipilnya 4 juta permeter kubik. Sedangkan untuk bajanya juga 4 juta permeter persegi.. Sementara dengan lebar 5 meter dan panjang bentangan 6 meter. Maka secara kasar jembatan itu membutuhkan dana tidak kurang dari 150 juta.

Nah, monggo bapak ibu, ini peluang kita untuk menambah pahala yang tiada putus sampai kita di alam kubur sekalipun.
رواه البزار في مسنده بإسناد حسن من حديث أنس ابن مالك رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “سبع يجري للعبد أجرهن وهو ميت في قبره، من علم علما، أو أجرى نهرا، أو حفر بئرا، أو غرس نخلا، أو بنى مسجدا، أو ورث مصحفا، أو ترك ولدا يستغفر له بعد موته”
Imam Al Bazar dalam kitab Musnad dengan sanad yang shohih dari hadits Anas bin Malik ra. Nabi SAW. bersabda: Tujuh hal yang pahalanya akan mengalir kepada seorang hamba walau dia mayit di dalam kuburnya 1. Orang yang mengajarkan ilmu 2. Mengalirkan sungai termasuk disini adalah jembatan 3. Membuat sumur 4. Menanam kurma atau pohon 5. Membangun masjid 6. Membagi mushaf 7. Meninggalkan anak yang memintakan ampunan bagi dirinya setelah mati.

Mau pahala Anda mengalir terus? Ikutlah membangun jembatan pondok kami!