We Always Standing with Palestine

Senang melihat semangat santri berdonasi untuk saudara saudaranya di Palestina bahkan anting emas yang mereka kenakan pun mereka relakan untuk Palestina.

Kebiasaan penggalangan seperti ini tidak melulu untuk Palestina, di dalam negeri saat saudara saudara kita kena musibah santri juga kita ajarkan untuk peduli.
Alhamdulillah wadah untuk itu sudah ada yaitu DUPI Charity yang kita desain untuk terus menunjukkan kepedulian kepada sesama.

So, mondok tidak melulu soal akademik, mondok juga soal kepekaan sosial dan kepedulian sosial anak kita harus diasah. Karena kita adalah makhluk sosial, karena Rasul kita bersabda, “Tidak termasuk golongan kami, yang tidak peduli dengan sesama muslim”. Santri adalah perwujudan Islam saat ia belajar.

الله في عيونهن

Mengejar Kebaikan dengan Kebaikan

Mungkin para wali santri yang hadir tadi di acara Festival Nasyid Nusantara dan Konser untuk Palestina persembahan PPDU akan tersentuh hatinya. Setidaknya saya pribadi demikian.

Betapa tidak para santri yang sudah mendonasikan Rp 22.600.000 lebih untuk Palestina mereka secara spontan tanpa disuruh siapapun kecuali rasa peduli mereka dengan saudara seiman Palestina berebut untuk komitmen menyumbang Palestina ada yang perkelas 10 juta ada juga perseorangan dengan 1 juta. Meski yang terbanyak adalah perkelas. Di awali oleh komitmen santri kelas 5 untuk menyumbang 10 juta maka kelas lain ikut berlomba dengan komitmen tersebut. Kelas 3, kelas taksifi, dan kelas-kelas lain.

Sontak saja, aksi spontan santri itu mendorong para orang tua untuk tidak mau kalah dengan anak anak tersebut. Sehingga panggung dome UMM yang cukup luas menjadi sempit karena berjubel para calon donatur.
Saya tidak bisa membayangkan dari mana mereka mau bayar komitmennya yang cukup besar itu.

Andaikan perkelas itu ada 30 orang saja, maka 10 juta dibagi 30 artinya per kepala adalah Rp 333.333. Saya husnudzon mereka akan memotong sendiri uang jajan bulanannya yang kisarannya 100 ribu sampai 300 ribu. Kalau perbulan mereka menyisihkan Rp 33.333 artinya selama 10 bulan mereka harus rela uang jajannya terpotong sebesar itu.

Subhanallah… pengorbanan yang patut kita apresiasi. Ternyata untuk peduli orang tidak butuh punya penghasilan, cukup dia menjadi manusia yang utuh ia akan korbankan dirinya untuk orang yang lebih membutuhkan. Santri kita sudah membuktikannya.

Mereka adalah manusia itu. Alhamdulillah. Bagaimana dengan Anda?

 

#santriPPDUpeduli
#ayoMondokPPDU

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: