• Sab. Okt 31st, 2020

Menjadi Santri Sejati (Bag. 1)

Sabtu, 03 Oktober 2020.

Syaikh Az-Zarnuji

Pada malam Sabtu kali ini, mudir PPDU Putri 01, KH Ahmad Syakirin Asmui, Lc, MA. kembali mengaji sebuah kitab turats (warisan ulama’ salaf) yang juga menjadi acuan para santri sedunia dalam mempelajari adab menuntut ilmu. Kitab ini berjudul Ta’liimul Muta’allim Thoriiqut Ta’allum (Pengajaran Penuntut Ilmu) karangan Syaikh Burhan al-Din al-Islam al-Zarnuji atau biasa disebut Syaikh az-Zarnuji.

Kitab Ta’limul Muta’allim

Kitab yang disyarah oleh Syaikh Ibahim bin Isma’il ini akan dibahas rutin tiap malam Sabtu di bulan Oktober. Sebelum mengaji pasal pertama dalam kitab ini, tak lupa dikaji terlebih dahulu muqaddimah atau pembukaannya.

Dalam muqaddimah yang tertera, Syaikh Az-Zarnuji menyatakan rasa prihatinnya terhadap kondisi para penuntut ilmu di zaman beliau hidup. “Saya sudah banyak melihat para penuntut ilmu di zaman ini sangat bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Namun pada akhirnya mereka tidak mendapatkan apa-apa.”

Syaikh Az-Zarnuji kembali menjelaskan hakikat seorang penuntut ilmu. Bahwasanya tujuan sejati seorang penuntut ilmu belum dapat tercapai secara sempurna apabila ia tidak mendapatkan buah ilmu.

Lalu, apa sebenarnya buah dari ilmu yang beliau maksudkan? Sungguh jawabannya sangatlah sederhana. Yaitu mengamalkan dan menyebarkan ilmu itu kepada orang lain.

Bagaimana? Mudah, bukan? Meskipun terdengar mudah, ada dua hal pula yang menjadikan pengamalan dan penyebaran ilmu tersebut terasa berat atau bahkan terkesan membebani.

Dua hal tersebut adalah

  1. Kesalahan dalam penerapan metode mencari ilmu.

Yang apabila terjadi kesalahan di dalamnya, otomatis pasti akan terjadi kekeliruan dalam memaknai ilmu. Hal ini tentu saja akan membawa kepada kesesatan pemikiran atau pemahaman.

2. Meninggalkan atau melalaikan syarat-syarat menuntut ilmu.

Perkara menuntut ilmu bukanlah perkara yang boleh dipermainkan. Sedikit ataupun banyak, kesalahan dalam pemahaman keilmuan harus ditepis. Agar para penuntut ilmu dapat mencapai tujuan sesungguhnya dalam menuntut ilmu. Hal ini jugalah yang melatarbelakangi Syaikh Az-Zarnuji untuk menulis kitab masterpiece-nya ini.

Beliau juga mengharap do’a dari para pembaca sekalian yang sama-sama mendambakan kemenangan dan keselamatan di hari hari kiamat kelak, aamiin… Setelah beliau menunaikan shalat istikharah, beliau pun memantapkan diri untuk memberi judul buku ini dengan sebutan, “Ta’liimul Muta’allim Thoriiqut Ta’allum”. Selain memilih judul, beliau kemudian juga membagi pembahasan di buku ini ke dalam 13 bab.

Begitulah kurang lebih isi dari muqaddimah Kitab Ta’lim Muta’allim Thariiqut Ta’allum karya Syaikh Az-Zarnuji. InsyaaAllah, pembahasan akan dilanjutkan di pekan berikutnya. Semoga kita mampu menjadi seorang penuntut ilmu yang lebih baik dari waktu ke waktu. Wallahu a’lam bish showaab. [Admin]

Tinggalkan Balasan