• Ming. Okt 17th, 2021
Kitab klasik Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali terbitan penerbit lokal Surabaya.

Telinga adalah salah satu indra yang paling penting dalam kehidupan manusia. Dengannya, manusia dapat mengerti banyak hal serta mendapatkan informasi sebanyak mungkin. Namun, telinga juga bisa menjadi sumber dosa bagi manusia yang mampu mengantarkannya ke pintu neraka. Lalu, apa saja kelima dosa telinga tersebut? Baca ulasan kitab di bawah ini!

Dalam Kitab Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali memaparkan bahwa tujuan penciptaan telinga yang sebenarnya adalah untuk mendengarkan ayat-ayat Allah, hadits-hadits Nabi SAW., serta hikmah-hikmah para salafus shalih. Bukan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya. Hal ini dikarenakan telinga dan lisan sangatlah berhubungan satu sama lain. Apabila lisan berkata, maka telinga akan mendengar. Maka, apa-apa yang keluar dari lisan kebanyakan bersumber dari apa-apa yang masuk ke dalam telinga. Jaga telinga kita dari dosa-dosa berikut, insyaAllah kita akan lebih mudah menjaga lisan kita.

  1. DOSA MENDENGARKAN BID’AH
ilustrasi bid’ah yang menyeleweng dari sunnah.

“Jauhi sesuatu yang baru (dalam agama). Karena semua yang baru (dalam agama) itu bid’ah. Dan semua bid’ah itu sesat.” (HR. Abu Dawud)

Bid’ah yang dimaksudkan adalah bid’ah dalam hal ibadah. Suatu ibadah yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW., para sahabatnya, maupun para salafush shalih- itulah definisi bid’ah. Bid’ah paling jelas adalah seperti yang dilakukan oleh sekte-sekte Syi’ah yang benar-benar melenceng dari sunnah Nabi Muhammad SAW.

2. DOSA MENDENGARKAN GHIBAH

ilustrasi bangkai hewan

“Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya”. (QS al-Hujurat: 12).

Masih belum jelaskah perumpamaan buruknya ghibah dari dalil Qur’an di atas? Meskipun begitu, banyak manusia yang melalaikan ancaman Allah tersebut. Lidah yang tak bertulang dan telinga yang tak bersekat menjadi dua pasangan yang serasi di kala ghibah digaungkan. Bagaimana tidak? Yang menggunjing maupun yang mendengarkan gunjingan sama-sama mendapatkan dosa yang sama pula. Na’uudzubillahi min dzaalik.

3. DOSA MENDENGARKAN PERKATAAN KEJI

Ilustrasi kata-kata kotor.

“Sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yang paling berat ditimbangan kebaikan seorang mu’min pada hari kiamat seperti akhlaq yang mulia, dan sungguh-sungguh (benar-benar) Allah benci dengan orang yang lisannya kotor dan kasar.”   (Hadits Riwayat At Tirmidzi)

Seringkali kita mendengar kata-kata kotor di dunia maya maupun di sekitar kita. Bahkan, tak jarang kita menjumpai anak-anak kecil yang tumbuh dari lingkungan yang membiasakan untuk berkata-kata kotor dan keji. Begitulah peran penting lingkungan bagi pertumbuhan muda-mudinya. Jika seorang anak terbiasa mendengar kata-kata kotor sejak kecil, maka hingga dewasa pun ia akan senantiasa menularkan ucapan-ucapan buruk tersebut kepada sekitarnya. Na’uudzubillahi min dzaalik..

4. DOSA MENDENGARKAN PERKATAAN BATIL

Ilustrasi hoax.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q.S. al-Ĥujurāt/ 49: 6).

Perkataan batil atau hoax– yang biasa kita sebut, merupakan perkataan yang tidak sesuai dengan fakta, perkataan yang diputarbalikkan dari kebenaran yang ada. Hoax disebarkan dengan banyak alasan, yang jelas tentu ada alasan buruk dibaliknya. Begitulah hoax, tentu kita harus menjauhinya. Karena tidak mungkin bagi seseorang yang menyebarkan hoax kecuali telah mendengarkannya terlebih dahulu. Maka dari itu, mari kita cermati sumber-sumber dari mana saja kita mendengarkan kabar-kabar yang tersebar.

5. DOSA MENDENGARKAN KEJELEKAN/AIB ORANG LAIN

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: “Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” (HR Muslim)

At-tajassus, mencari-cari kejelekan/aib orang lain.

Manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Maka, sungguh wajar apabila manusia melakukan kesalahan secara sengaja maupun tidak disengaja. Biarlah Allah yang mengetahui niat aslinya.

Betapa besar pahala orang yang diam, dengan menutupi kesalahan saudaranya, Allah pun akan menutupi aibnya kelak di hari akhir. Oleh karena itu, siapa yang tidak tergiur dengan jaminan dari Allah Ta’ala?

Demikianlah kelima dosa telinga yang harus kita hindari bersama. Selain untuk menjaga diri kita dari api neraka, namun juga untuk menjaga hubungan umat muslim bersama. Mari kita perbaiki kebiasaan harian kita bersama, maka kita akan mampu membiasakan kebiaasan-kebiasaan baik di masyarakat kita. Wallahu a’lam.

One thought on “HINDARI 5 DOSA TELINGA INI!”

Tinggalkan Balasan

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia العربية العربية English English Bahasa Melayu Bahasa Melayu Türkçe Türkçe Deutsch Deutsch Basa Jawa Basa Jawa Basa Sunda Basa Sunda 日本語 日本語 한국어 한국어 ไทย ไทย 简体中文 简体中文