Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri

Pembahasan Kitab Bidayatul Hidayah tentang Adab Mandi, Tayammum dan Keluar ke Masjid Karya Imam Al-Ghazali

Ketahuilah bahwa mandi untuk menghilangkan hadas adalah kewajiban yang tidak sah ibadah tanpanya. Maka apabila engkau hendak mandi janabah atau mandi wajib lainnya, niatkan dalam hatimu untuk menunaikan perintah Allah Ta‘ala dan mengangkat hadas besar.

Mulailah dengan membaca *Bismillah*, kemudian basuh kedua tanganmu sebelum memasukkannya ke dalam bejana. Bersihkanlah segala najis yang ada pada tubuhmu terlebih dahulu. Setelah itu berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, kecuali kedua kakimu boleh engkau akhirkan jika engkau mandi di tempat yang airnya menggenang.

Kemudian siramlah kepalamu tiga kali sambil menyela-nyela rambut agar air sampai ke pangkalnya. Setelah itu ratakan air ke seluruh tubuhmu, dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri. Gosoklah badanmu agar yakin bahwa air telah mengenai seluruh lipatan dan bagian tersembunyi.

Janganlah engkau berlebih-lebihan dalam menggunakan air, karena pemborosan itu dibenci. Hadirkan dalam hatimu bahwa sebagaimana air membersihkan tubuhmu dari kotoran lahir, engkau memohon kepada Allah agar membersihkan batinmu dari dosa dan akhlak yang tercela.

🌵 Adab Tayamum

Apabila engkau tidak mendapatkan air setelah mencarinya, atau engkau tidak mampu menggunakannya karena sakit atau sebab lain yang dibenarkan, maka bertayamumlah dengan tanah yang suci.

Niatkan dalam hatimu agar dibolehkan menunaikan shalat fardhu. Bacalah *Bismillah*, lalu tepukkan kedua telapak tanganmu pada tanah yang suci dengan satu tepukan ringan. Usapkan ke seluruh wajahmu. Kemudian tepukkan kembali dan usapkan pada kedua tanganmu hingga siku.

Hendaklah engkau menghadirkan rasa hina dan tunduk kepada Allah. Ingatlah bahwa engkau diciptakan dari tanah, dan kepadanya engkau akan kembali. Maka janganlah engkau sombong di hadapan Tuhanmu, sementara asal kejadianmu adalah tanah yang hina.

🕌 Adab Keluar Menuju Masjid

Apabila engkau keluar menuju masjid untuk menunaikan shalat, maka ketahuilah bahwa engkau sedang memenuhi panggilan Allah dan mendatangi rumah-Nya.

Keluarlah dalam keadaan suci, rapi, dan bersih. Dahulukan kaki kanan ketika keluar dari tempatmu. Bacalah doa keluar rumah dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan setan.

Berjalanlah dengan tenang, tidak tergesa-gesa, tidak pula dengan kesombongan. Jangan menyibukkan diri dengan percakapan yang sia-sia. Perbanyaklah dzikir dan hadirkan rasa takut serta harap kepada Allah.

Apabila engkau masuk masjid, dahulukan kaki kanan dan ucapkan doa masuk masjid. Ketahuilah bahwa engkau sedang berada di hadapan Raja segala raja. Maka jagalah adabmu, tundukkan pandanganmu, dan kosongkan hatimu dari urusan dunia.

Janganlah engkau duduk sebelum mengerjakan shalat tahiyyatul masjid, kecuali jika waktu tidak memungkinkan. Duduklah menghadap kiblat dengan penuh khusyuk, menanti shalat dengan hati yang hadir.

Dalam bagian ini, Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa setiap gerakan lahir harus disertai kesadaran batin. Bersuci bukan hanya membersihkan tubuh, tetapi melatih hati untuk bersih. Melangkah ke masjid bukan sekadar berjalan, tetapi perjalanan menuju Allah.

🕌 آداب الخروج إلى المسجد

Adab Keluar Menuju Masjid

Apabila engkau telah selesai dari bersuci, maka shalatlah dua rakaat di rumahmu sebelum keluar (terutama pada waktu Subuh), kemudian barulah engkau menuju masjid.

Ketika berjalan, berjalanlah dengan tenang, penuh wibawa, tidak tergesa-gesa, dan tidak banyak berbicara. Hadirkan rasa khusyuk dan kesadaran bahwa engkau sedang menuju Allah.

📖 Doa yang Dibaca Saat Menuju Masjid

> اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ، وَبِحَقِّ الرَّاغِبِينَ إِلَيْكَ، وَبِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا إِلَيْكَ، فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً، بَلْ خَرَجْتُ اتِّقَاءَ سَخَطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُنْقِذَنِي مِنَ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Artinya:

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan hak orang-orang yang memohon kepada-Mu, dengan hak orang-orang yang berharap kepada-Mu, dan dengan hak langkahku ini menuju-Mu. Sesungguhnya aku tidak keluar karena sombong, tidak pula karena angkuh, bukan karena riya dan bukan karena ingin didengar orang. Akan tetapi aku keluar untuk menjaga diri dari murka-Mu dan mencari keridaan-Mu. Maka aku memohon kepada-Mu agar Engkau menyelamatkanku dari neraka dan mengampuni dosa-dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Leave a Reply