Jangan Mau Disetir Setan: Seni Mengendalikan Amarah ala Rasulullah
Ahad, 23 Agustus 2026
Pagi kali ini, Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri 01 gelar SIWALAN (Silaturrahim Walisantri dan Ta’lim Bulanan) perdana bersama Al-Ustadz K.H. Ahmad Syakirin Asmu’i Lc. MA. yang membahas bab amarah (al-ghadab) dari kitab Irsyadul Ibad karangan Syekh Zainuddin Al-Malibari.
Pernah enggak sih kamu lagi tenang-tenang, tiba-tiba ada hal kecil yang bikin emosi mendadak meledak? Dari urusan jalanan yang macet, pesan singkat yang bikin salah paham, sampai kelakuan orang sekitar yang memancing emosi. Rasanya pengin banget meluapkan semuanya detik itu juga. Tapi tahu enggak, di balik rasa puas saat meluapkan emosi, ternyata ada harga mahal yang harus dibayar.
Dalam kajian kali ini, ada pesan penting dari Nabi Muhammad SAW yang patut kita renungkan bersama: jangan gampang marah!
Kenapa Marah Itu Berbahaya?
Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan sahabat Mu’awiyah bahwa amarah bisa merusak keimanan. Ibarat perasan zat yang pahit merusak manisnya madu, seperti itulah amarah mengikis pahala dan kebaikan yang sudah susah payah kita kumpulkan.
Bahkan, amarah adalah senjata paling favorit yang digunakan setan untuk menyesatkan manusia. Begitu kita tersulut emosi, kontrol diri langsung lepas. Saat itulah setan dengan sangat mudah “menyetir” dan membolak-balikkan pikiran kita untuk melakukan hal-hal yang fatal.
Tips Anti-Emosi Langsung dari Nabi
Tenang, Islam bukan cuma melarang kita marah, tapi juga memberikan solusi yang sangat praktis dan adem buat mengatasi amarah:
- Langsung Mengingat Allah (Zikir & Selawat)
Saat dada mulai terasa panas, buru-buru sebut nama Allah. Baca ta’awudz (A’udzubillahi minasy-syaithanir-rajim), istigfar, atau baca selawat. Mengingat Allah adalah rem darurat terbaik saat emosi mulai naik.
- Basuh dengan Air Wudu
Ingat rumusnya: amarah itu berasal dari setan, dan setan diciptakan dari api. Cara paling ampuh memadamkan api tentu saja dengan air. Jika rasa kesal tak kunjung hilang, segeralah mengambil air wudu atau jalankan salat sunah.
- Pilih Jadi Orang Pemaaf
Menahan emosi saat kita sebenarnya punya kemampuan untuk membalas adalah hal yang luar biasa. Siapa pun yang sanggup meredam amarahnya, Allah berjanji akan memenuhi hatinya dengan rasa aman, kedamaian, dan keimanan yang makin kuat.
Belajar Santuy dari Rasulullah
Suatu hari, seorang pria dari suku Badui mendatangi Rasulullah SAW. Tanpa basa-basi atau sopan santun, pria itu langsung menarik baju beliau dengan sangat keras hingga leher Rasulullah memerah. Tak berhenti di situ, ia bahkan meminta harta dengan nada menuntut.
Kalau kita yang berada di posisi itu, mungkin tangannya sudah melayang. Tapi apa reaksi Rasulullah? Beliau tidak marah sedikit pun. Rasulullah justru menoleh, tersenyum ramah, lalu memerintahkan sahabatnya untuk memberikan apa yang diminta oleh orang tersebut.
Mengendalikan emosi memang bukan perkara mudah dan butuh proses panjang. Namun, dengan belajar legawa dan meredam amarah, kita bukan cuma menyelamatkan iman kita sendiri, tapi juga menghadirkan kedamaian bagi orang-orang di sekitar kita. Yuk, mulai belajar lebih santuy dan tahan emosi hari ini!
(Tim Beit Kilma Dupione)
Untuk melihat kajian selengkapnya, tonton juga video Live Streaming pada channel YouTube kami. Hanya di DUPI ONE TV!
STAY TUNE—
Website: ppduputri.or.id
YouTube: DUPI ONE TV
Instagram: dupione_malang
Tiktok: dupione
Facebook: Daarul Ukhuwwah Putri I
