Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri

Setiap Kebaikan Adalah Bagian dari Iman

Hari Rabu, 29 Juli 2026. Malam ini, kita melanjutkan pengkajian kitab Qomi’ut Thughyan karangan Syaikh Nawawi oleh Ustadz Ahmad Syakirin, Lc. MA. Rasulullah ﷺ bersabda: “Iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah’, sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah

Iman Bukan Sekadar Pengakuan, tetapi Jalan Hidup Seorang Mukmin

Hari Rabu, 22 Juli 2026. Kajian kitab Qomi’ut Thughyan karangan Syaikh Nawawi oleh Ustadz Ahmad Syakirin, Lc. MA. Kitab ini berisi pembahasan tentang akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan bahasa yang ringkas namun padat. Kitab ini merupakan ringkasan dari kitab Syu’abul Iman karya Al-‘Allamah Sayyid Nuruddin Al-Iiji yang semula ditulis dalam bahasa Persia, kemudian diterjemahkan

Taujih Syekh Palestina: Mengajak Umat Menyatukan Hati untuk Al-Aqsa

Senin, 13 Juli 2026 Pada pagi dingin ini, kembali dengan muhadhoroh pekanan yang diganti dengan daurah Palestina bersama Syekh Dr. ‘Ahid Abu al-‘Atha, seorang ulama dan akademisi asal Gaza, Palestina dan rombongannya. Dalam ceramahnya, Syekh Dr. ‘Ahid Abu al-‘Atha mengajak seluruh umat Islam untuk memperkuat keimanan, persatuan, dan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina. Beliau menegaskan

Welcome to the Journey: Menyambut Santri Baru

Ahad, 5 Juli 2026 Dari Pelukan Keluarga Menuju Cahaya Ilmu Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti prosesi serah terima santri baru PPDU. Momen ini bukan sekadar mengantarkan putri tercinta ke gerbang pesantren, tetapi juga menjadi awal perjalanan menuntut ilmu dan membangun karakter Islami. Dalam sambutannya, perwakilan wali santri, Bapak Ahmad Azhari, membagikan pengalaman mendampingi putri

Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur

Pemateri: Al-Ustadzah Afifah Nuraniah Lc.,M.PD Kitab: Bidayatul Hidayah Penulis: Imam Al-Ghazali Bab: Adab Mengisi Waktu Setelah Terbit Matahari hingga Zuhur   Dalam Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa rentang waktu ini adalah salah satu momen penentu: apakah seseorang naik derajatnya di sisi Allah, atau justru turun tanpa ia sadari. 1. Memahami Awal Waktu Jangan Tergesa

Hikmah Allah Menyembunyikan Enam Perkara

Pemateri:KH Ahmad Syakirin Asmui Lc.,MA Kitab: Nashaihul Ibad Penulis: Syeikh  Nawawi Al-Bantani Judul : Hikmah Allah Menyembunyikan Enam Perkara   Maqālah Keempat Hikmah Allah Menyembunyikan Enam Perkara Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab r.a. berkata: “Sesungguhnya Allah Ta‘ala memuliakan umat Nabi Muhammad ﷺ dengan balasan yang lebih utama. Dan Allah menyembunyikan enam perkara dalam enam perkara

Manusia dalam Lingkaran Iblis, Nafsu, Dunia, dan Keluarga: Telaah Nasihat Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.

Pemateri:KH.Ahmad Syakirin Asmui,Lc.,MA Kitab:Nashoihul Ibad Penulis:Syeikh Nawawi Al- Bantani Bab:Manusia dalam Lingkaran Iblis, Nafsu, Dunia, dan Keluarga: Telaah Nasihat Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.   Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. berkata: “Sesungguhnya iblis itu berada di hadapanmu, hawa nafsu berada di belakangmu, dunia berada di sebelah kananmu, dan keluargamu berada di sebelah kirimu.” Artinya: Iblis selalu

BAB Masuk Masjid dan Doanya

Pemateri:Al ustadzah Afifa Nuraniah, Lc. Mp.d Kitab:Bidayatul Hidayah Penulis:Imam al-Ghazali Bab: Masuk Masjid Beserta Doanya   Bab Masuk Masjid dan Doanya (Bidayatul Hidayah) Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa masjid adalah rumah Allah, sehingga seseorang yang hendak memasukinya harus menjaga adab lahir dan batin, tidak masuk dengan hati yang lalai. 1. Masuk Masjid dengan Kaki Kanan Disunnahkan

Enam Golongan yang Mendapat Ancaman Allah

Dalam bab ini dijelaskan bahwa ada beberapa golongan manusia yang perbuatannya sangat dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya, karena merusak agama, keadilan, dan kehormatan Islam. Mereka bukan hanya berdosa secara pribadi, tetapi dosa mereka berdampak luas pada umat. 1. Orang yang Menjauhi Kitab Allah Yaitu orang yang tidak mau berhukum, belajar, atau mengamalkan Al-Qur’an, padahal Al-Qur’an

Pembahasan Kitab Bidayatul Hidayah tentang Adab Mandi, Tayammum dan Keluar ke Masjid Karya Imam Al-Ghazali

Ketahuilah bahwa mandi untuk menghilangkan hadas adalah kewajiban yang tidak sah ibadah tanpanya. Maka apabila engkau hendak mandi janabah atau mandi wajib lainnya, niatkan dalam hatimu untuk menunaikan perintah Allah Ta‘ala dan mengangkat hadas besar. Mulailah dengan membaca *Bismillah*, kemudian basuh kedua tanganmu sebelum memasukkannya ke dalam bejana. Bersihkanlah segala najis yang ada pada tubuhmu