Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri

Muqaddimah Kitab Bidayatul Hidayah

Pemateri: Ustadzah Afifah Nuraniyah, Lc., M.Pd
Kitab: Bidayatul Hidayah
Penulis: Imam Al-Ghazali
Kajian : Tarhib Ramadhan 1447H

Suasana Ta’lim

Muqaddimah

Dalam muqaddimah kitab Bidayatul Hidayah, Bidayatul Hidayah menjelaskan bahwa ilmu merupakan awal dari hidayah. Namun, ilmu tidak akan bernilai di sisi Allah apabila tidak diamalkan. Ilmu sejatinya adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki akhlak, bukan untuk kebanggaan diri, perdebatan, atau mencari kedudukan.

Imam Al-Ghazali membagi menuntut ilmu menjadi tiga macam, yaitu

  1.  Menuntut Ilmu untuk Perdebatan. Bentuk ini tercela, karena tujuan utamanya adalah mengalahkan orang lain, mencari popularitas, dan merasa lebih unggul di hadapan manusia.
  2. Menuntut Ilmu untuk Kedudukan Dunia. Jenis ini berbahaya, sebab ilmu dijadikan alat untuk meraih jabatan, harta, dan kemuliaan dunia, bukan sebagai jalan menuju akhirat.
  3. Menuntut Ilmu untuk Diamalkan. Inilah bentuk yang terpuji dan diridhai Allah, karena ilmu digunakan untuk: memperbaiki ibadah, membersihkan hati, memperbaiki akhlak, mendekatkan diri kepada Allah ﷻ

Melalui muqaddimah ini, Imam Al-Ghazali menegaskan pentingnya meluruskan niat sejak awal menuntut ilmu

Seorang penuntut ilmu hendaknya:

* mengamalkan ilmu secara bertahap
* memulai perjalanan spiritual dengan adab
* menjaga hubungan dengan Allah, diri sendiri, dan sesama manusia

Kitab ini menjadi panduan dasar bagi santri dan penuntut ilmu yang ingin menapaki jalan hidayah dengan benar.

Tinggalkan Balasan