Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri

Menata Hati di Dunia yang Bising: Rahasia Jiwa yang Tenang dan Dicintai

Sabtu, 08 Agustus 2026 Malam ini, kembali dengan muhadhoroh pekanan bersama Al-Ustadz Doktor Zainal Abidin mengkaji kitab Nashaikhul Ibad karangan Syaikh imam Nawawi Al-Bantani pada maqalah ke-14. Yang mana kali ini melanjutkan pembahasan tentang Rahasia Keindahan Hidup dan Kedamaian Hati. Di tengah kesibukan sehari-hari, kita sering kali lupa bahwa kualitas diri seseorang tidak dinilai dari seberapa cepat ia meraih

Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini!

Hari Rabu, 05 Agustus 2026. Malam ini, kita melanjutkan pengkajian kitab Qomi’ut Thughyan karangan Syaikh Nawawi oleh Ustadz Ahmad Syakirin, Lc. MA. tentang Pilar-Pilar Keimanan. Seorang penyair berkata dalam syairnya: آمِنْ بِرَبِّكَ وَالْمَلَائِكْ * وَالْأَنْبِيَا وَبِيَوْمِ يَفْنَى الْعَالَمُ “Berimanlah kepada Tuhanmu, para malaikat, para nabi, dan hari di mana alam semesta akan binasa.” Cabang Pertama:

Menyingkap Aib dengan Kikir, Menutup Cacat dengan Dermawan

Sabtu, 01 Agustus 2026 Malam ini, kembali dengan muhadhoroh pekanan bersama Al-Ustadz Doktor Zainal Abidin mengkaji kitab Nashaikhul Ibad karangan Syaikh imam Nawawi Al-Bantani pada maqalah ke-14. Yang mana kali ini membahas tentang menyingkap aib dengan kikir, menutup cacat dengan dermawan. Sering kali kita bertanya-tanya, mengapa sebuah masyarakat yang tampak makmur bisa merasa kehilangan kedamaian, atau mengapa

Setiap Kebaikan Adalah Bagian dari Iman

Hari Rabu, 29 Juli 2026. Malam ini, kita melanjutkan pengkajian kitab Qomi’ut Thughyan karangan Syaikh Nawawi oleh Ustadz Ahmad Syakirin, Lc. MA. Rasulullah ﷺ bersabda: “Iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah’, sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah

Iman Bukan Sekadar Pengakuan, tetapi Jalan Hidup Seorang Mukmin

Hari Rabu, 22 Juli 2026. Kajian kitab Qomi’ut Thughyan karangan Syaikh Nawawi oleh Ustadz Ahmad Syakirin, Lc. MA. Kitab ini berisi pembahasan tentang akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan bahasa yang ringkas namun padat. Kitab ini merupakan ringkasan dari kitab Syu’abul Iman karya Al-‘Allamah Sayyid Nuruddin Al-Iiji yang semula ditulis dalam bahasa Persia, kemudian diterjemahkan

Welcome to the Journey: Menyambut Santri Baru

Ahad, 5 Juli 2026 Dari Pelukan Keluarga Menuju Cahaya Ilmu Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti prosesi serah terima santri baru PPDU. Momen ini bukan sekadar mengantarkan putri tercinta ke gerbang pesantren, tetapi juga menjadi awal perjalanan menuntut ilmu dan membangun karakter Islami. Dalam sambutannya, perwakilan wali santri, Bapak Ahmad Azhari, membagikan pengalaman mendampingi putri

Hilangnya Nikmat Berawal Dari Hati

Sabtu, 04 Juli 2026 Malam ini, kembali lagi dengan muhadhoroh mingguan bersama Al-Ustadz KH. Ahmad Syakirin Asmu’i, Lc,. MA., mengulas buku  Nashaikhul Ibad  yang ditulis oleh Sheikh Imam Nawawi Al-Bantani dalam  maqalah ke-14 . Kali ini membahas bagaimana setiap sifat buruk akan menghilangkan kenikmatan hidup seseorang. Al-Ahnaf bin Qais menyampaikan enam kebenaran hidup yang berkaitan

Tidak Memaafkan Menyebabkan Penyakit Hati

Ahad, 25 Februari 2024. SIWALAN (Silaturrahim Walisantri Dan Ta’lim Bulanan) kali ini KH. Ahmad Syakirin Asmu’i, Lc., MA akan kembali mengkaji kitab Tahdziibu Al-Akhlaq. Yang membahas tentang harusnya bagi kita saling memaafkan karena orang yang tidak mau memaafkan orang lain akan mendapatkan penyakit hati. Ustadz Syakirin melanjutkan kajian pada halaman 32, paragraf kedua.  .من جالس

Meninggalkan Dunia Itu lebih Berat Dari Sabar

Sabtu, 17 Februari 2024 Muhadhoroh pekanan bersama Al-Ustadz KH. Ahmad Syakirin Asmu’i, Lc,. MA., mengkaji kitab Nashaikhul Ibad karangan Syaikh imam Nawawi Al-Bantani. Pada maqalah ke-27. Diawali dengan perkataan penyair bahr majzu’:   يَا مَنْ بِدُنْيَاهُ اشْتَغَلْ   ⁂     قَدْ غَرَّهُ طُوْلُ الْأَمَل أَوْ لَمْ يَزَلْ فِيْ غَفْلَةٍ   ⁂     حَتَّى دَنَا مِنْهُ الأَجَل المَوْتُ يَأْتِيْ بَغْتَةً    

Bersyukur Terhadap Nikmat Allah SWT

Sabtu, 10 Februari 2024. Muhadharah Ustadz pekan ini kembali mengkaji kitab Nashaikhul Ibad bersama dengan Al-Ustadz KH. Ahmad Syakirin Asmu’i, Lc., MA. Pada maqalah ke-26: قيل : كفران النعمة لؤم) أى عدم الشكر للنعمة دليل على دناءة النفس) Bahwa kufur nikmat adalah tidak pandai bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah berikan. Ia tidak menggunakan nikmat