Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri

Wudhu’ dalam Bidayatul Hidayah : Adab, Niat, dan Doa di Setiap Basuhan

Pemateri: Ustadzah Afifah Nuraniyah, Lc., M.Pd
Kitab: Bidayatul Hidayah
Penulis: Imam Al-Ghazali
Bab : Adab saat Berwudhu’

Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa wudhu adalah ibadah lahir dan batin. Setiap gerakan tidak hanya membersihkan anggota tubuh, tetapi juga disertai doa dan kesadaran hati agar wudhu bernilai ibadah yang sempurna.

1. Niat Wudhu

Niat di dalam hati untuk menghilangkan hadats dan mensucikan diri karena Allah.

Makna niat:
“Aku berniat mengangkat hadats agar layak menghadap-Mu, wahai Allah.”

2. Membaca Basmalah

Sebelum memulai wudhu: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

3. Membasuh Kedua Telapak Tangan

اللَّهُمَّ أَعْطِنِي كِتَابِي بِيَمِينِي، وَحَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيرًا

Ya Allah, berikanlah kitab amalku dengan tangan kananku dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.

4. Berkumur (Madhmadlah)

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.

5. Membersihkan Hidung (Istinsyaq)

اللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَلَا تُرِحْنِي رَائِحَةَ النَّارِ

Ya Allah, anugerahkan kepadaku harum surga dan jauhkan aku dari bau neraka.

6. Membasuh Wajah

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِي يَوْمَ تَبْيَضُّ الْوُجُوهُ وَلَا تُسَوِّدْ وَجْهِي يَوْمَ تَسْوَدُّ الْوُجُوهُ

Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari wajah-wajah menjadi putih, dan jangan hitamkan wajahku pada hari wajah-wajah menjadi hitam.

7. Membasuh Tangan Kanan

اللَّهُمَّ أَعْطِنِي كِتَابِي بِيَمِينِي

Ya Allah, berikanlah kitab amalku dengan tangan kananku.

8. Membasuh Tangan Kiri

اللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِي كِتَابِي بِيَسَارِي وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي

Ya Allah, jangan Engkau berikan kitab amalku dengan tangan kiriku atau dari belakang punggungku.

9. Mengusap Kepala

اللَّهُمَّ اغْشَنِي بِرَحْمَتِكَ وَأَنْزِلْ عَلَيَّ مِنْ بَرَكَاتِكَ

Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan turunkan keberkahan-Mu atasku.

10. Mengusap Kedua Telinga

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengar nasihat lalu mengikuti yang terbaik.

11. Membasuh Kedua Kaki

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيهِ الْأَقْدَامُ

Ya Allah, tetapkanlah kakiku di atas shirath pada hari kaki-kaki tergelincir.

12. Doa Setelah Wudhu

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Penekanan Imam Al-Ghazali

“Kesempurnaan wudhu bukan pada banyaknya air, tetapi pada hadirnya hati.”

Wudhu yang ideal menurut Bidayatul Hidayah adalah:

  • Sah secara fiqih
  • Disertai doa dan adab
  • Menghidupkan kesadaran akhirat

 

Tinggalkan Balasan