Penulis: Dupi Malang

Testimoni Santriwati tentang PPDU Putri 01

Tahun 2021 akan segera berakhir. Menyisakan banyak kenangan dan harapan yang akan terus berkembang serta berbuah di tahun-tahun berikutnya. Kenangan akan berbuah menjadi pelajaran, sedangkan harapan akan berbuah menjadi kenyataan. Tinggal kita yang berusaha, berdo’a, lalu bertawakkal kepada Allah Ta’ala agar ceritera tahun ini tidak hanya berakhir dengan sia-sia. Begitu pula dengan ceritera dari Pondok

Tujuh Tahun Melukis Pelangi

Tak terasa 7 tahun telah berlalu. 7 tahun penuh makna, penuh kenangan dan pengalaman. 7 tahun bersama orang-orang luar biasa yang bercita luhur berbaik budi. 7 tahun penuh emosi rasa dan ungkapan cinta. Begitu mengagumkan jika direkam ulang di kamera film, namun tak sempat mengabadikannya kecuali hanya dalam bentuk kata-kata. Selama 7 tahun itulah saya

Kajian Kitab Washoya Al-Aba’ lil Abna’ (11)

ETIKA DALAM MENUNTUT ILMU Wahai anakku, belajarlah dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Jagalah waktumu jangan sampai berlalu dengan sesuatu yang tidak mandatangkan manfaat bagimu. Wahai anakku, baca dan pahamilah dengan penuh kesungguhan pelajaran sebelum mendengarkan penjelasannya oleh gurumu. Bila engkau menemui kesulitan jangan ragu untuk bertanya dan mendiskusikannya dengan temanmu. Dan jangan engkau alihkan ke

Kajian Kitab Washoya Al-Aba’ lil Abna’ (10)

LANJUTAN PELAJARAN KELIMA : HAK DAN KEWAJIBAN TERHADAP TEMAN Wahai anakku, jangan engkau persempit jalan menuntut ilmu bagi teman temanmu ketika mereka bertanya pada guru tentang masalah yang benar-benar belum diketahui. Bila engkau menginginkan kebaikan, maka temanilah mereka dalam menyimak penjelasan guru (sekalipun engkau telah faham dan mengerti). Wahai anakku, jika engkau tinggal bersama beberapa

Kajian Kitab Washoya Al-Aba’ lil Abna’ (9)

PELAJARAN KELIMA : HAK DAN KEWAJIBAN TERHADAP TEMAN Wahai anakku, engkau telah menjadi seorang pelajar yang menuntut ilmu dan engkau memiliki banyak teman. Mereka adalah saudara dan temanmu dalam pergaulan. Karena itu jangan engkau menyakiti hati dan berlaku buruk terhadap mereka. Wahai anakku, bila engkau duduk janganlah engkau persempit tempat bagi temanmu, lapangkanlah tempat sehingga

Kajian Kitab Washoya Al-Aba’ lil Abna’ (8)

MELANJUTKAN PELAJARAN KEEMPAT : HAK DAN KEWAJIBAN TERHADAP KEDUA ORANG TUA Wahai anakku, setiap orang tentu ingin dirinya dapat mencapai derajat yang tinggi, berkedudukan, serta dicintai Allah dan seluruh umat manusia. Mereka selalu berharap kedudukannya menjadi yang paling tinggi. Tetapi orang tua lebih menyukai bila anaknya dapat mencapai kedudukan (derajat) yang lebih tinggi dan penghormatan

Kajian Kitab Washoya Al-Aba’ lil Abna’ (7)

PELAJARAN KEEMPAT : HAK DAN KEWAJIBAN TERHADAP KEDUA ORANG TUA Wahai anakku, ketika engkau merasa lelah dan berat ketika berbakti pada ayah ibumu maka sesungguhnya itu tak cukup untuk memenuhi hak orang tuamu terhadap dirimu yang berkali-kali lipat dari itu semua. Allah Ta’ala berfirman : “فلاتقل لهما افّ ولاتنهرهما وقل لهما قولاكريما, واخفض لهما جناح

Kajian Kitab Washoya Al-Aba’ lil Abna’ (6)

MELANJUTKAN PELAJARAN KETIGA : HAK DAN KEWAJIBAN TERHADAP ALLAH DAN RASULNYA Wahai anakku, sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah berbicara mengikuti hawa nafsunya, setiap perintah dan larangannya senantiasa berdasarkan wahyu dari Allah. Oleh karena itu, taat kepada Rasulullah merupakan bagian ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Seperti yang tertera Allah Ta’ala firmankan, قل إن كنتم تحبّون

Kajian Kitab Washoya Al-Aba’ lil Abna’ (5)

PELAJARAN KE TIGA : HAK DAN KEWAJIBAN TERHADAP ALLAH DAN RASULNYA Wahai anakku, sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakanmu dan menyempurnkan berbagai nikmatnya padamu baik lahir maupun batin. Maka tidakkah kau sadari , sesungguhnya awal dirimu hanyalah setetes air mani yang memancar ke rahim ibumu dan atas curahan nikmat serta rahmat tuhanmu engkau dilahirkan sebagai seorang

Kajian Kitab Washoya Al-Aba’ lil Abna’ (4)

Lanjutan Pelajaran Kedua: Tentang Wasiat Takwa Kepada Allah Wahai anakku, lihatlah dirimu sewaktu kamu belajar di taman kanak-kanak dulu. Kamu belajar membaca dan menulis, kamu juga diajarkan untuk menghafal Al-Qur’an dengan lancar. Bukankah pada saat itu kamu tidak suka sekolah dan bapak ibu guru, lalu kamu juga berharap menjadi bebas sebebas-bebasnya. Maka inilah kamu sekarang,