Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri

Biar Ilmu Makin Berkah: Jangan Pelit Berbagi dan Jaga Adab Sama Al-Qur’an

Hari Rabu, 23 September 2026.

Malam ini, kita melanjutkan pengkajian kitab Qomi’ut Thughyan karangan Syaikh Nawawi oleh Ustadz Ahmad Syakirin, Lc. MA. tentang kelanjutan dari ta’lim minggu kemarin.

Biar Enggak Cuma Pinter, Ini Rahasia Menyampaikan Ilmu dan Memuliakan Al-Qur’an!

Di bab sebelumnya, kita sudah bahas pentingnya meluruskan niat saat belajar. Nah, kalau sudah dapat ilmunya, terus harus apa? Apakah cuma disimpan sendiri? Terus, gimana sih adab kita sama kitab suci Al-Qur’an biar hidup makin berkah?

Melanjutkan pembahasan kitab Syu’abul Iman, ada dua cabang keimanan berikutnya yang penting banget buat kita pahami bareng-bareng. Yuk, disimak!

  1. Cabang Kedelapanbelas: Menyebarkan Ilmu Syariat (Nashrul ‘Ilmis Syar’i)

Islam itu agama yang sangat menghargai proses berbagi. Punya ilmu bukan buat dipendam sendiri, tapi untuk menerangi orang-orang di sekitar kita.

  1. Punya Ilmu Itu Wajib Dibagi, Jangan “Pelit”!
  • Satu Poin Ilmu Aja Berharga: Rasulullah SAW berpesan agar orang yang hadir/tahu menyampaikan ilmu kepada yang tidak hadir. Paham syarat-syarat salat? Jangan disimpan sendiri! Minimal ajarkan ke keluarga atau teman dekat. Kalau kita tahu tapi membiarkan orang sekitar kita bodoh soal agama, kita bisa ikut ketularan dosanya.
  • Gaya Dakwah Ulama Dulu: Dulu, kalau di suatu desa enggak ada yang paham agama, para ulama bakal “turun gunung” ngajarin warga sampai paham. Mereka bawa bekal sendiri dan ogah ngerepotin atau minta makan dari warga setempat. Mantap banget, kan?
  1. Ciri ‘Ulama Akhirat’ (Bukan Ulama Cari Panggung)

Ulama membagi penuntut ilmu dan pengajar jadi dua tipe. Ada yang benar-benar kejar akhirat, ada juga yang cuma cari pamor duniawi. Nah, orang yang ilmu dan dakwahnya ikhlas karena Allah biasanya punya tanda-tanda ini:

  • Enggak Kemaruk Dunia: Enggak menjadikan ilmunya buat numpuk harta atau ngejar kemewahan.
  • Klop Antara Ucapan dan Perbuatan: Dia yang paling pertama ngerjain apa yang diucapkannya dan paling pertama jauhin larangan.
  • Jauhin Perdebatan Unfaedah: Enggak suka debat kusir cuma buat kelihatan pinter.
  • Enggak Cari Muka ke Penguasa: Menjaga jarak dari pejabat atau penguasa, kecuali kalau mau ngasih nasihat atau mbela orang kecil.
  • Enggak Gengsi Bilang “Enggak Tahu”: Kalau ditanya hal yang belum pasti, mereka enggak bakal asal jawab atau buru-buru ngasih fatwa. Berani bilang, “Aku belum tahu, coba tanya ke yang lebih ahli.”

 

  1. Cabang Kesembilanbelas: Mengagungkan dan Memuliakan Al-Qur’an (Ta’zhimul Qur’an)

Al-Qur’an itu kalam Allah, jadi memperlakukannya pun ada adab dan etikanya. Bukan cuma dibaca, tapi fisik mushafnya juga harus kita jaga.

  1. Adab Saat Membaca Al-Qur’an
  • Persiapan Diri: Harus dalam keadaan suci (wudu), gosok gigi/siwak dulu, dan pakai pakaian yang rapi/bersih.
  • Posisi Duduk: Duduknya yang tegap dan menghadap kiblat.
  • Sikap Saat Membaca: Kalau tiba-tiba nguap, berhenti dulu bacanya. Baca juga dengan tenang (tartil), enggak usah ngebut kayak dikejar waktu.
  • Pilih Tempat yang Tepat: Cari tempat yang tenang dan terhormat. Jangan baca Al-Qur’an di pasar yang bising atau tempat orang nongkrong enggak jelas.
  1. Adab Memperlakukan Fisik Mushaf Al-Qur’an
  • Posisikan di Paling Atas: Kalau menumpuk buku, mushaf Al-Qur’an harus selalu ada di posisi paling atas. Jangan pernah ditaruh di lantai!
  • Jangan Dibiarkan Terbuka: Kalau selesai baca, langsung tutup mushafnya biar enggak kotor atau kena debu.
  • Hargai Lembarannya: Jangan menghapus tulisan Al-Qur’an pakai air liur. Kalau ada lembaran yang sudah rusak, jangan dibuang di tempat sampah biasa. Kebersihannya harus tetap dijaga sampai ke bekas air hapusannya.

Memiliki ilmu itu amanah, dan memegang Al-Qur’an itu kehormatan. Makin tinggi ilmu seseorang, makin rendah hati perbuatannya dan makin hormat perilakunya terhadap Al-Qur’an. Semoga kita bisa terus mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, ya!

 

 

 

 

 

(Tim Beit Kilma Dupione)

 

STAY TUNE—

Website: ppduputri.or.id

YouTube: DUPI ONE TV

Instagram: dupione_malang

Tiktok: dupione

Facebook: Daarul Ukhuwwah Putri I

Tinggalkan Balasan