Biar Nggak Cuma Dihapal: Yuk, Pahami Lagi Makna 5 Cabang Iman Ini!
Hari Rabu, 05 Agustus 2026.
Malam ini, kita melanjutkan pengkajian kitab Qomi’ut Thughyan karangan Syaikh Nawawi oleh Ustadz Ahmad Syakirin, Lc. MA. tentang Pilar-Pilar Keimanan.
Seorang penyair berkata dalam syairnya:
آمِنْ بِرَبِّكَ وَالْمَلَائِكْ * وَالْأَنْبِيَا وَبِيَوْمِ يَفْنَى الْعَالَمُ
“Berimanlah kepada Tuhanmu, para malaikat, para nabi, dan hari di mana alam semesta akan binasa.”
- Cabang Pertama: Keimanan Kepada Allah SWT (Tauhid)
Pilar pertama dan utama adalah mengesakan Allah Ta’ala. Keyakinan ini menuntut seorang mukmin untuk mengakui bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa tanpa sekutu, tunggal tanpa padanan (fardun la misla lah), tempat bergantung segala sesuatu (shamad), serta tidak ada tandingan bagi-Nya.
Allah bersifat Azali (tanpa permulaan) dan Abadi (tanpa penghabisan). Ia berdiri sendiri dan kekal abadi. Sifat-sifat-Nya meliputi Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zhahir, dan Yang Batin. Inti akidah tauhid ini ditegaskan dengan prinsip penyucian Allah dari segala sifat kebendaan: Allah Maha Suci dari sifat jasmani, dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya (Laisa kamitslihi syai’).
- Cabang Kedua: Beriman Kepada Malaikat
Cabang kedua adalah mengimani keberadaan para malaikat. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan (‘ibadun mukramun). Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an (Surat At-Tahrim ayat 6), para malaikat tidak pernah mendurhakai Allah dan senantiasa melaksanakan apa saja yang diperintahkan kepada mereka.
Secara hakikat, malaikat diciptakan dari cahaya sebagai makhluk berbadan halus yang memiliki ruh (ajsamun lathifatun dzawat arwah), serta dianugerahi kemampuan oleh Allah untuk bermanifestasi ke dalam berbagai rupa bentuk yang indah.
- Cabang Ketiga: Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah
Cabang ketiga mewajibkan setiap Muslim untuk meyakini bahwa seluruh kitab yang diturunkan Allah kepada para nabi-Nya adalah murni wahyu ilahi. Kitab-kitab suci tersebut memuat petunjuk hidup, hukum-hukum syariat, serta berita-berita benar yang membimbing umat manusia menuju jalan keselamatan.
- Cabang Keempat: Beriman Kepada Para Nabi dan Rasul
Cabang keempat adalah meyakini bahwa para nabi adalah utusan yang benar (shadiqon) dalam setiap berita yang mereka sampaikan dari Allah SWT. Mereka diutus ke tengah umat manusia untuk menuntun kehidupan dunia dan akhirat (takmil ma’asyahum wa ma’adahum).
Allah memperkuat para nabi dengan berbagai mukjizat nyata sebagai bukti kejujuran kenabian mereka. Tugas mulia mereka adalah menyampaikan risalah Allah secara paripurna serta menjelaskan kepada umat segala perintah yang diwahyukan kepada mereka.
- Cabang Kelima: Beriman Kepada Hari Akhir dan Kebinasaan Semesta
Cabang kelima mencakup keyakinan akan fana’ (kebinasaan) total seluruh alam semesta, baik alam atas (langit) maupun alam bawah (bumi). Keimanan ini juga meliputi keyakinan penuh terhadap Hari Kiamat beserta seluruh rangkaian tahapannya, yang meliputi:
- Al-Jaza’ wal Hisab: Proses perhitungan amal dan pembalasan.
- Al-Mizan: Timbangan keadilan amal perbuatan.
- Ash-Shiroth: Jembatan yang membentang di atas neraka.
- Al-Jannah wan Nar: Surga tempat penuh kenikmatan abadi dan Neraka sebagai tempat siksa.
(Tim Beit Kilma Dupione)
STAY TUNE—
Website: ppduputri.or.id
YouTube: DUPI ONE TV
Instagram: dupione_malang
Tiktok: dupione
Facebook: Daarul Ukhuwwah Putri I
