Cek Niat Belajarmu: Cari Rida Allah atau Cuma Pengin Dipuji Manusia?
Hari Rabu, 16 September 2026.
Malam ini, kita melanjutkan pengkajian kitab Qomi’ut Thughyan karangan Syaikh Nawawi oleh Ustadz Ahmad Syakirin, Lc. MA. tentang kelanjutan dari ta’lim minggu kemarin.
17. Cabang Ketujuhbelas: Menuntut Ilmu
Di dalam kitab Syu’abul Iman karya Syekh Nawawi al-Bantani ini, menuntut ilmu itu ditaruh di posisi yang amat spesial: jadi salah satu cabang keimanan utama! Yuk, kita bedah gimana cara menuntut ilmu yang bener dengan gaya yang simpel dan gampang dipahami.
Bukan Cuma Nuntut Ilmu, Pahami Juga Niat dan Cara yang Bener Biar Berkah!
Pernah enggak sih kamu merasa udah capek-capek belajar atau ikut berbagai kajian, tapi rasanya ilmu itu lewat gitu aja tanpa mengubah hidupmu? Atau jangan-jangan, selama ini kita cuma sekadar “menyerap informasi” tanpa tahu fondasi dan niat dasar yang sebenarnya.
- Luar Biasanya Pahala Orang yang Mau Belajar
Belajar itu bukan cuma urusan nilai atau gelar. Dalam Islam, satu bab ilmu yang bermanfaat buat dunia dan akhirat nilai pahalanya luar biasa banget!
Ulama menggambarkan, mempelajari satu bab ilmu itu jauh lebih baik daripada umur dunia 7.000 tahun yang diisi puasa dan salat malam nonstop. Mengulang pelajaran dihitung seperti tasbih, membahasnya bernilai jihad, dan memikirkannya setara dengan ibadah puasa. Makanya, ada pepatah populer yang mengingatkan kita buat nuntut ilmu dari buaian sampai masuk liang lahad.
- Ini Nih, 4 Pilar Ilmu yang Wajib Kamu Tahu
Ulama salaf membagi ilmu dasar yang dibutuhkan manusia jadi empat kelompok utama:
- Fiqih: Kompas buat menjaga aturan agama.
- Kedokteran: Benteng buat menjaga kesehatan fisik.
- Astronomi/Sains Waktu: Penunjuk waktu dan perjalanan musim.
- Bahasa (Nahwu): Penjaga cara berkomunikasi dan lisan biar enggak salah makna.
- Dua Cara Ilmu Bisa “Nempel” di Otak
Gimana sih caranya ilmu bisa masuk ke diri kita? Ada dua jalan:
- Jalan Usaha Sendiri (Kasbi): Ini cara konvensional. Rajin baca, tekun latihan, mengulang pelajaran, dan belajar langsung dari guru.
- Jalan Mendengar (Sima’i): Ini cara yang butuh “keterikatan hati”. Kamu belajar dengan cara mendengarkan nasihat para ulama. Nah, cara kedua ini enggak bakal mempan kalau kamu enggak punya rasa cinta, mau duduk bareng, dan bergaul dekat dengan para ahli ilmu.
- Cek Niatmu: Belajar Buat Apa?
Ini bagian yang paling krusial. Ilmu itu ibarat pisau bermata dua, tergantung niat orang yang membawanya.
Niat yang “Hijau” (Wajib Punya):
- Pengin dapet rida Allah dan kebahagiaan akhirat.
- Mau melek ilmu—ngilangin kebodohan dari diri sendiri dan orang sekitar.
- Niat menjaga ajaran Islam tetap hidup.
- Wujud syukur karena udah dikasih akal sehat dan badan yang fit.
Niat yang “Merah” (Harus Dijauhi):
- Cuma pengin dipuji atau nyari perhatian orang.
- Cuma ngejar harta dan kenikmatan duniawi semata.
- Biar dihormati sama pejabat, atasan, atau penguasa.
Nuntut ilmu itu perjalanan seumur hidup. Bukan soal seberapa banyak buku yang dibaca, tapi seberapa jujur niat di dalam hati dan seberapa dekat kita sama orang-orang yang paham ilmu. Yuk, luruskan niat lagi mulai hari ini!
(Tim Beit Kilma Dupione)
STAY TUNE—
Website: ppduputri.or.id
YouTube: DUPI ONE TV
Instagram: dupione_malang
Tiktok: dupione
Facebook: Daarul Ukhuwwah Putri I
