Di Balik Pesona Sang Nabi: Mutiara Adab dan Kesempurnaan Jiwa
Kamis, 20 Agustus 2026
Kali ini, diadaakan majlis pembacaan (sama’) dan ijazah kitab Syamail Muhammadiyah karya Imam at-Tirmidzi bersama ulama pakar hadis dan tasawwuf dari Mesir, Syekh Dr. Muhammad Yahya al-Kattani al-Azhari. Majlis ini bertujuan untuk mempelajari secara rinci kepribadian, akhlak, serta sifat fisik Rasulullah SAW guna memperdalam rasa cinta (mahabbah) kepada beliau.
Pernahkah kita merasa sangat merindukan seseorang yang belum pernah kita temui secara langsung? Bagi umat Islam, kerinduan itu bermuara kepada Nabi Muhammad SAW. Mutiara ilmu tentang keagungan sosok beliau dirangkum dalam pembacaan Kitab Syamail Muhammadiyah pada pagi hari ini.
Kata Syamail sendiri berarti karakter, sifat, dan kepribadian. Mempelajari kitab ini bukan sekadar menambah pengetahuan sejarah, melainkan sarana untuk menghidupkan rasa cinta (mahabbah) di dalam hati. Sebab, bagaimana mungkin kita bisa mencintai seseorang jika kita tidak mengenal siapa beliau?
Indahnya Paras dan Kesempurnaan Fisik
Para ulama mengawali pembahasan dengan gambaran fisik Rasulullah SAW. Bukan untuk mengagungkan rupa semata, melainkan karena para pecinta selalu rindu membayangkan sosok yang dicintainya:
- Postur dan Langkah: Beliau memiliki tinggi badan yang pas—tidak terlalu tinggi dan tidak pendek. Namun uniknya, ketika berjalan berdampingan dengan orang lain, beliau selalu terlihat lebih anggun dan proporsional. Langkah kakinya mantap, seolah sedang berjalan turun dari tempat yang tinggi—menandakan pribadi yang sigap dan penuh semangat.
- Rona Wajah dan Rambut: Kulit beliau putih bersih bercahaya dengan rona kemerahan yang segar. Wajahnya tidak berkilau menyilaukan seperti pedang, melainkan teduh dan indah bagaikan bulan purnama. Rambutnya yang bergelombang rapi terawat dengan baik.
Pelajaran Adab yang Menyentuh Hati
Di balik keindahan fisiknya, keagungan akhlak beliau jauh lebih mempesona. Salah satu adab sederhana namun amat mendalam yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah cara beliau menghargai orang lain.
Ketika dipanggil oleh seseorang dari arah samping atau belakang, Rasulullah SAW tidak pernah hanya memalingkan kepala atau menoleh sekilas. Beliau akan memutar seluruh tubuhnya untuk menghadap penuh kepada orang yang memanggilnya. Sikap ini memberikan perhatian utuh, membuat siapa saja yang berbicara dengannya merasa dihormati dan dihargai.
Menjaga Kemurnian Ilmu
Majelis ilmu semacam ini ditutup dengan penyampaian ijazah sanad—sebuah tradisi menjaga keaslian ajaran Islam. Pelajaran terpenting bagi orang awam adalah hendaknya kita senantiasa menuntut ilmu agama dari sumber yang jelas, berguru kepada para ulama yang ilmunya tersambung hingga ke Baginda Nabi Muhammad SAW.
Mengenal Rasulullah SAW adalah jalan terindah untuk memperbaiki diri. Saat kita mulai memahami betapa santun, indah, dan indahnya karakter beliau, di situlah rasa cinta akan tumbuh dengan sendirinya di dalam dada.
(Tim Beit Kilma Dupione)
Untuk melihat kajian selengkapnya, tonton juga video Live Streaming pada channel YouTube kami. Hanya di DUPI ONE TV!
STAY TUNE—
Website: ppduputri.or.id
YouTube: DUPI ONE TV
Instagram: dupione_malang
Tiktok: dupione
Facebook: Daarul Ukhuwwah Putri I