Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri

Motto Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah

1. Allah Sebagai Tujuan

Menjadikan Allah sebagai tujuan artinya mengikhlaskan atau memurnikan seluruh niatan dalam beramal semata-mata hanya untuk Allah Ta’ala. Dengan konsekuensi yang mengharuskan kita untuk senantiasa beribadah sepenuh hati, jiwa, dan raga. Karena tiada tujuan lain yang kita ingin capai serta impikan melainkan ridho Allah SWT.

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Rasulullah Sebagai Panutan

Rasulullah SAW. adalah tauladan sepanjang zaman bagi umat manusia. Tak terkecuali kita umatnya sebagai pengemban risalah akhir zaman. Yang berarti harus diimplementasikan dengan mengikuti jejak beliau melalui sunnah kesehariannya dalam tiap lini kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Al-Qur’an dan Sunnah Sebagai Pedoman

Al-Qur’an merupakan kitab yang paling terbukti keabsahan dan keotentikannya. Selama 14 abad lamanya terjaga dari kerusakan dan penyelewengan. Al-Qur’an jugalah yang mampu menjadi syafa’at bagi para sahabatnya kelak di hari kiamat nanti. Bersama dengan as-sunnah, Al-Qur’an menjadi panduan hidup yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Karena darinya, kita bisa menentukan mana yang haq juga mana yang batil, mana yang wajib juga mana yang haram dan lain sebagainya.

 

 

 

 

 

4. Islam Sebagai Jalan Kehidupan

Hidup hanya sekali, tak akan ada kesempatan yang kedua kali. Artinya, hidup bukanlah permainan yang bisa seenaknya kita tentukan arah perjalanannya.

Allah Ta’ala telah menentukan satu-satunya agama yang patut dan layak dijadikan jalan kehidupan, yakni Ad-Diinul Islaam. Di dalamnya, Allah SWT. telah menetapkan batasan-batasan yang jelas serta rambu-rambu yang terang untuk menunjuki manusia bagaimana menjalani hidup sebagai khalifah di atas muka bumi ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5. Ilmu Sebagai Cahaya Penerang

Jika Islam adalah jalan kehidupan, syari’at adalah rambu aturan, maka ilmu adalah cahaya yang senantiasa menerangi jalan tersebut. Tanpa ilmu, kita akan menjadi buta dan tak tahu arah mana yang akan dituju.

Tentu saja ilmu agama adalah prioritas yang tak dapat diduakan. Namun bukan berarti kita melupakan ilmu dunia. Justru dengan ilmu dunialah kita mampu menyokong peradaban islam untuk tetap bersatu dalam harmoni semesta.

 

 

 

 

 

 

6. Mati Syahid Sebagai Harapan

Sebagai seorang muslim harapan hidup kita hanya ada dua, mati sebagai seorang syahid atau hidup dengan kemuliaan islam. Oleh karena itu, segenap warga PPDU diwajibkan memiliki impian yang tinggi setinggi impian seorang pasukan perang yang ingin menjemput syahidnya.

Mati syahid di sini juga dapat diartikan sebagai husnul khotimah yang InSyaaAllah akan mengantarkan pemiliknya menuju syurga Allah Ta’ala di akhirat kelak, aamiin yaa Rabbal ‘alamin.

 

 

 

 

 

 

7. Hidup Mandiri Sebagai Amalan

Seorang muslim sejati sebaiknya mampu melaksanakan dan menopang kehidupannya masing-masing tanpa berpangku tangan pada orang lain. Oleh karena itu, PPDU selalu berinisiatif mendidik seluruh warganya untuk mandiri dalam berkehidupan. Tak terkecuali santri dan santriwati pondok, semua wajib menjadikan hidup mandiri sebagai poros amal keseharian kita.

Tinggalkan Balasan