Muara Akhir Manusia: Antara Ampunan Tanpa Batas dan Keadilan Ilahi
Hari Rabu, 19 Agustus 2026.
Malam ini, kita melanjutkan pengkajian kitab Qomi’ut Thughyan karangan Syaikh Nawawi oleh Ustadz Ahmad Syakirin, Lc. MA. tentang kelanjutan dari ta’lim minggu kemarin.
9. Cabang Kesembilan: Hakikat Muara Akhir Manusia: Antara Harapan Kasih Sayang dan Keadilan Ilahi
Tujuan akhir perjalanan hidup setiap manusia adalah tempat kembali di akhirat kelak. Pembahasan cabang keimanan kesembilan (syu’abul iman) ini mengurai jaminan tempat kembali bagi setiap jiwa, menghadirkan gambaran penuh harapan sekaligus ketegasan keadilan Tuhan.
Harapan dan Kasih Sayang Bagi Orang Beriman
Setiap insan yang menutup usianya dalam keadaan memeluk keimanan pada dasarnya telah mengantongi tiket menuju surga. Namun, bagaimana dengan orang beriman yang pernah tergelincir melakukan dosa semasa hidupnya?
Bagi muslim yang membawa dosa, neraka menjadi tempat pembersihan sementara. Menariknya, teks klasik ini menjelaskan betapa tingginya rahmat Allah: orang beriman yang dimasukkan ke neraka tidak akan kekal di dalamnya. Mereka akan dibuat “kehilangan rasa sakit” atas siksaan tersebut setelah beberapa saat, hingga seluruh masa hukumannya genap. Setelah proses pembersihan usai, mereka akan diangkat dan dimasukkan ke dalam kedamaian surga.
Keadilan Mutlak dan Nasib Golongan Kafir
Di sisi lain, Neraka Jahanam diperuntukkan sebagai tempat tinggal kekal bagi siapa saja yang memilih meninggal dunia dalam keadaan kafir—meskipun ia pernah beriman di masa lalu. Hukum ini menegaskan pentingnya menjaga keimanan hingga hembusan napas terakhir (khusnul khatimah). Ketetapan hukum dan pembalasan ini berlaku adil bagi seluruh makhluk mukallaf, baik dari kalangan manusia maupun bangsa jin.
Kesucian Anak-Anak dan Keadilan Hakiki
Sebuah penegasan yang sangat menyejukkan hati dalam ajaran ini adalah mengenai nasib anak-anak. Menurut pendapat yang sahih, anak-anak dari kaum musyrik yang meninggal sebelum mencapai usia baligh tidak akan menyentuh neraka. Karena kesucian fitrahnya, tempat kembali mereka adalah surga.
Memahami muara akhir ini mengajarkan kita dua hal penting: tidak pernah putus asa dari rahmat Allah atas dosa yang pernah dilakukan, sekaligus selalu waspada menjaga keimanan agar tetap kokoh hingga akhir hayat.
(Tim Beit Kilma Dupione)
STAY TUNE—
Website: ppduputri.or.id
YouTube: DUPI ONE TV
Instagram: dupione_malang
Tiktok: dupione
Facebook: Daarul Ukhuwwah Putri I
