Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri

Pekan Khutbatul ‘Arsy Hari Pertama

 

PKA (Pekan Khutbatul ‘Arsy) adalah acara tahunan pondok pesantren Daarul Ukhuwwah yang sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun, dalam rangka pengenalan pondok kepada santriwati baru.

Tahun ini PKA diselenggarakan pada tanggal 3-19 Juli 2022. Dengan berbagai rangkaian acara, seperti: Ta’aruf (perkenalan antara santriwati baru dan lama), demo qism, pelatihan cara mencuci dan menjahit, Khutbatul ‘Arsy, parade konsulat, dan porseni.

15 Juli 2022 adalah hari pertama Khutbatul ‘Arsy yang disampaikan oleh mudir Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri 1, yakni Al-Ustadz KH. Ahmad Syakirin,Lc.MA. Yang dilaksanakan di aula PPDU Putri 1 dan dihadiri oleh seluruh santriwati dan jajaran asatidz dan ustadzat.

Beliau mengawali Khutbatul ‘Arsy dengan salam dan ucapan ‘Ahlan wa Sahlan’ kepada santriwati baru. “Segala sesuatu kalau dibarengi senyum akan indah,” ucap beliau. Sehingga para santriwati kembali menjawab salam beliau dengan semangat dan senyuman yang berseri-seri.

Ustadz Syakirin menjelaskan seluk beluk pondok ini,mulai dari visi misi, output PPDU, pendiri dan pengelola, panca jiwa,bahkan tri tekad pondok. Diselingi dengan jargon yang telah disepakati bersama sebelum penyampaian materi: DUPIONE :Ulama Pejuang.

Ternyata, dibalik didirikannya PPDU ada banyak sejarah yang tidak semua santriwati ketahui.

PPDU berdiri pada tanggal 1 Muharram 1431 H, bertepatan dengan 18 Desember 2009 M, yang berdiri diatas tanah wakaf dari keluarga Ustadz Asfa’i di dusun Bamban yang diserahkan kepada Ustadz KH. Dr. Muhammad Ajir Abdi Moenip,Lc.MA. 4 tahun lmanya PPDU Putra berdiri, para masyarakat bertanya-tanya, “Ustadz, kapan pondok untuk putri didirikan?” Karena desakan para masyarakat tersebut, maka KH. Dr. Muhammad Ajir Abdi Moenip mendirikan PPDU Putri.

Didirikanlah PPDU Putri pada tahun 2013 di Jalan Untung Sudiro, Cemorokandang. Dengan membeli sebidang lahan bekas pabrik saos. Saat itu PPDU Putri menerima santri lulusan SD/MI dan SMP/MTs. Pada tahun berikutnya, calon santriwati baru yang mendaftar bertambah jumlahnya menjadi 2 kelas. Namun, karena fasilitas yang belum memadai, maka diputuskan untuk mendirikan PPDU Putri 2 yang terletak di dusun Morotanjek.

Sejauh ini PPDU telah berkembang pesat. Terbukti dengan berdirinya PPDU Tahfidz Putra Lumajang dan PPDU Putra 2 Rembang. Semua itu tak lain karena sebuah impian. Ustadz Syakirin selalu mengatakan, “Mimpi dan tekad harus diulang-ulang dan dinyatakan kepada orang-orang, tidak hanya sesaat tapi memang benar-benar ingin. Karena pentingnya hal tersebut.” (Shofuro Auladana/6A)

Tinggalkan Balasan