Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri

Sering Ketipu Emosi Sendiri? Bisa Jadi Nafsumu yang Pegang Kendali

Sabtu, 05 September 2026

Malam ini, kembali dengan muhadhoroh pekanan bersama Al-Ustadz Doktor Zainal Abidin mengkaji kitab Nashaikhul Ibad karangan Syaikh imam Nawawi Al-Bantani pada maqalah ke-17. Yang mana kali ini melanjutkan pembahasan tentang Akal dan Hawa Nafsu.

Biar Gak Disetir Nafsu: Rahasia Punya Akal Merdeka dan Hati yang Luas

Pernah enggak sih kamu berada di posisi serba salah: pengin banget menuruti emosi atau keinginan pribadi, tapi di sisi lain hati kecil bilang kalau itu salah? Atau jangankan bedain salah dan benar, kadang kita malah sibuk nyari pembenaran atas kesalahan yang kita buat sendiri.

Kali ini kita bakal bedah rahasia penting di balik Maqalah Ke-17 Kitab Nashaihul Ibad yang dikombinasikan dengan pentingnya mengasah akhlak dan akal sehat. Yuk, simak biar hidup kita enggak gampang “kolaps” gara-gara ketipu nafsu sendiri!

  1. Siapa Bos di Dirimu: Akal atau Hawa Nafsu?

Dalam Maqalah Ke-17 Nashaihul Ibad, ulama memberikan sebuah perumpamaan yang menohok banget tentang dua tipe manusia:

  • Orang Beruntung: Orang yang menjadikan akalnya sebagai pemimpin, sedangkan hawa nafsunya dijadikan tawanan.
  • Orang Celaka: Orang yang justru menjadikan hawa nafsunya sebagai bos, lalu akalnya ditawan dan cuma dipakai buat cari-cari alasan pembenaran.

Seperti kalimat ini: “Beruntunglah orang yang menjadikan akalnya sebagai pemimpin dan hawa nafsunya sebagai tawanan. Sebaliknya, celakalah orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai pemimpin dan akalnya sebagai tawanan.”

Nafsu itu ibarat mesin mobil yang kencang, sedangkan akal adalah rem dan kemudinya. Kalau kemudinya kalah sama mesin, mobilnya pasti bakal nabrak. Makanya, orang yang beruntung itu bukan orang yang enggak punya nafsu, tapi yang mampu “mengkandangkan” nafsunya di bawah kendali akal sehat dan syariat.

  1. Punya Kompas Pintar Buat Bedain yang Haq dan Khata’

Ustadz menekankan kepada kita bahwa hakikat akhlak dan budi pekerti yang baik itu berawal dari kemampuan akal dan hati untuk membedakan mana yang benar (al-haqq) dan mana yang salah (al-khata’).

Saat akalmu merdeka (enggak dijajah nafsu), kamu punya “kompas” yang tajam. Kamu tahu mana batasan yang boleh ditabrak dan mana yang harus dijauhi. Sebaliknya, kalau nafsu yang pegang kendali, hal yang jelas-jelas salah pun bakal kelihatan seolah-olah “wajar” di matamu.

  1. Kebenaran Cuma Satu, Tapi Pengalihan Dosa Ada Ribuan

Ada satu kaidah penting dari kajian kali ini: Al-Haqqu Wahid (Kebenaran itu cuma satu).

Kebenaran sejati itu datangnya dari Allah (Al-Haqqu minallah) dan sifatnya konsisten. Sementara itu, bentuk kesalahan, keburukan, dan godaan dosa (al-khata’) itu jumlahnya ada banyak banget.

Saat hawa nafsu berkuasa, dia bakal menyodorkan ribuan pintu kesalahan yang dikemas manis. Tapi kalau kamu berpegang pada akal jernih dan kebenaran yang satu itu, kamu enggak bakal gampang goyah atau latah ikut-ikutan tren yang merusak.

  1. Belajar Husnuzhan: Pilihan Allah Enggak Pernah Salah

Ketika akal sudah memimpin dan nafsu berhasil ditundukkan, langkah selanjutnya adalah menata adab kepada Sang Pencipta.

Kadang, apa yang kita inginkan (menurut nafsu) enggak sejalan dengan apa yang Allah takdirkan. Di sinilah pentingnya berakhlak kepada Allah. Kita dilarang keras menyandarkan hal-hal buruk kepada Allah. Semua yang Allah pilihkan itu pasti yang terbaik. Kalau kelihatannya kurang mengenakkan menurut pandangan kita, itu cuma karena sudut pandang manusia yang sempit, padahal di baliknya ada hikmah yang besar.

Jadi, menjadi pribadi yang berakhlak mulia itu bukan cuma soal polesan luar atau pinter merangkai kata. Ini adalah perjuangan harian buat memerdekakan akal dari jepitan hawa nafsu, berani memihak pada satu kebenaran, dan selalu husnuzhan atas segala jalan hidup dari Allah.

Kira-kira, di dalam diri kita hari ini, siapa nih yang lebih sering pegang kemudi? Akalmu atau malah nafsumu?

 

 

(Tim Beit Kilma Dupione)

 

Sekian untuk muhadharah kali ini. Untuk melihat kajian selengkapnya, tonton juga video Live Streaming pada channel YouTube kami. Hanya di DUPI ONE TV!

 

STAY TUNE—

Website: ppduputri.or.id

YouTube: DUPI ONE TV

Instagram: dupione_malang

Tiktok: dupione

Facebook: Daarul Ukhuwwah Putri I

Tinggalkan Balasan