Buku Skripta Karya Atthaleea

Penulis : Atthaleea
Penerbit : DU Publisher
Jumlah Halaman : 328 Halaman
Sinopsis :
Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah setelah melewati berbagai proses, akhirnya SKRIPTA buku yang merupakan hasil dari kumpulan karya yang ditulis dengan beragam cerita pun dapat hadir di tangan para pembaca. setiap tulisan di dalam buku ini bukan hanya sebatas tulisan, namun juga pikiran dan perasaan yang diluapkan melalui goresan tinta.
SKRIPTA judul yang kami pilih berartikan ‘Kumpulan Tulisan’. dan kami berharap tulisan ini dapat dijadikan sebagai motivasi, inspirasi, dan sebagai bahan bakar yang dapat membakar semangat para pejuang mimpi. Bermimpi tak pernah salah, yang salah adalah ketika mimpi itu hanya berhenti dalam angan-angan belaka.
Terimakasih kepada para penulis, yang berkenan untuk berbagi kisah kehidupannya untuk dituang menjadi buku yang berjudul SKRIPTA ini. Terimakasih pula kepada para pembaca, semoga dengan membaca buku ini, dapat membuka wawasan dan membakar semangat dalam meraih segala mimpi. Buku ini bercerita Tentang mereka yang sedang berada di Medan Juang.
Tentang mereka yang ribuan kali telah diterpa gelombang.
Tentang mereka yang selalu ada di setiap bait cerita yang selalu diutarakan.
Tentang mereka yang telah berulang kali berusaha meninggalkan zona nyaman.
Dan segala hal tengtangmu yang tak akan pernah letih untuk diceritakan, Atthaleea.
Mereka ada di setiap tawa yang jatuh bersamaan, dalam pelukan hangat di kala lelah, dan dalam senyum yang tak pernah menuntut balasan. Di setiap kisah yang memenuhi langit-langit kamar, di setiap bisik obrolan di koridor asrama, dan di setiap jejak langkah penuh candaan yang sebentar lagi akan menjadi simfoni kenangan.
Puluhan fase bulan telah kami lewati dalam satu langit. Menyaksikan terbitnya matahari di timur dan tenggelamnya di ufuk barat dari pagar balkon yang sama. Menjalani awal hari hingga menutupnya dengan ribuan dialog dari berbagai lisan yang berbeda. Ini bukan tentang sekedar berada di ruang yang sama, tetapi tentang saling merasakan, saling memahami, dan saling menopang satu sama lain.
Kita mungkin tak selalu searah, tetapi tangan yang saling menggenggam lebih kuat dari tujuan yang dijalani sendirian. Ada tawa yang terdengar pelan, seolah takut pecah dan menghilang. Ada diam yang terlalu lama, namun justru menyimpan rasa paling dalam. Ada banyak helaan nafas yang saling memahami, dan tatapan mata yang saling mengerti satu sama lain Setiap luka adalah guratan waktu, dan setiap air mata adalah kekuatan. Merangkai sabar dari kekecewaan, dan menemukan cahaya di balik gelapnya malam. Karena pada akhirnya, kebersamaan bukan hanya tentang hadir bersama, tetapi tentang menenun kenangan, menyulam cerita, dan menumbuhkan nyaman yang tak lekang oleh waktu.
Jarak hanyalah angka, waktu hanyalah hitungan, dan luka pun terasa ringan karena ada bahu yang mau menahan. Kebersamaan adalah puisi yang hidup, sajak yang tak pernah usai, dan cahaya yang selalu menuntun pulang.
Ada hal-hal yang tak pernah benar-benar pergi, meski waktu terus melangkah dan jarak kian memanjang. Ia tinggal diam di sudut ingatan, menjadi hangat yang tiba-tiba datang saat hati terasa paling sunyi. Yang tak terlupakan bukan selalu tentang pertemuan, melainkan tentang rasa yang pernah singgah dan enggan pulang.
Ia abadi, bukan karena sering diingat,
tetapi karena tak pernah bisa dilupakan.
Atthaleea, terdiri dari 9 huruf, 9 nyawa.