Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri

Apakah Sabar itu Berbatas?

Sabar, satu kata yang sarat dengan makna. Satu kata pula yang mudah untuk dilisankan, tetapi sulit untuk dilaksanakan. Benarkah demikian? Sebagian besar dari kita, sering menggunakan kata sabar untuk menasihati seseorang atau sebagai bentuk ungkapan simpati. Dengan mudah kita mengucapkan ke lawan bicara. Lantas, apakah sabar itu juga sudah kita terapkan dalam diri sendiri? Mari,

Sampaikan Pada Negriku

Sampaikan Pada Negriku oleh: Farida Syarifah   Teriakan itu masih terdengar jelas “Merdeka… Merdeka… Merdeka” Tumpah darah terbayar lunas Rantai belenggu terlepas bebas Derita lenyap tak berbekas   Tanah subur, Laut membiru Padi menguning, Gunung menjulang Pertiwiku merdeka, Bung Karno tersenyum lebar…

Yang Terdalam Untukmu Wahai Insan

Hamparan bumi terbentang luas Menaungi alam tak beralas Menopang langit tak bertiang Hingga menghirup oksigen dengan  tenang   Petani mengeluh Nelayan memberi tahu Penunggu rimba menyeru Pendaki gunung mengadu   Otak-otak dangkal merencanakan perusakan Tangan-tangan jahil meretakkan keindahan Kaki-kaki gatal menghancurkan jantung kota Mata-mata bengis mengiris paru-paru alam Hentikan, cukup…!!!   Mana padi yang kau

Ayat Allah di dada Santri!

2016 kemarin… pertama kali kaki ini mengenal PPDU… Rasa baru sehari berada disini , tapi sudah hampir 3 tahun… Tak mungkin selama waktu itu tak beroleh pengalaman atau pengetahuan apapun kan? Salah satunya yakni dikelilingi oleh para penghafal Al-Qur’an… Benar Kalam Allah dalam surah Al Hijr ayat 9 إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ